Kapitalisme Bentuk Tradisi Korupsi dan Nepotisme

396

MUNCULNYA kapitalisme di Indonesia tidak terlepas dari sejarah eksploitasi kapitalisme imperalis sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Bahkan nasib Indonesia juga sudah terhubung dengan kapitalisme dunia. Padahal sebelumnya, Presiden RI, Ir Soekarno memberikan instruksi mengatasi berkembangnya kapitalisme di Indonesia.

Namun hal itu tidak mampu mengatasi permasalahan politik dan ekonomi yang bergejolak di Indonesia. Sebab banyak campur tangan asing yang memiliki kepentingan terhadap sumber daya alam di negara ini. Meskipun Presiden Soekarno telah melakukan terobosan mengelola sumberdaya alamnya sendiri.

Berkaca pada penggalan sejarah di atas, kapitalisme di Indonesia ibarat penyakit membentuk tradisi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sudah membudaya di negara Indonesia. Meskipun dalam praktiknya di negara kita sudah ada KPK yang tugasnya melakukan pemberatasan penyakit tersebut. Hanya saja, kinerja KPK tidak diimbangi kinerja badan penegak hukum dari institusi Kepolisian dan Kejaksaan yang memiliki kewenangan hak yang sama.

Memang bukan pandangan yang asing lagi, institusi kepolisian dan kejaksaan peninggalan rezim orde baru masih kuat dengan praktik KKN. Sedangkan munculnya KPK yang merupakan kepanjangan tangan dari kepolisian dan kejaksaan lahir di era demokrasi memiliki kinerja dan track record lebih efektif dalam menegakkan hukum.

Efek dari kapitalisme masa orde baru sangat terasa dampaknya saat ini. Bahkan tidak kita sadari, bangsa ini sudah tergerus oleh era globalisasi yang merupakan dampak dari kapitalisme itu sendiri. Contohnya, saat ini tergusurnya lahan-lahan pertanian dan tergantikan oleh hadirnya mal, supermarket, apartemen. Hal itu, secara tidak langsung membuat bangsa ini sebagai konsumen dari produk-produk barang impor. Tragisnya, kebutuhan pokok seperti beras, gula, jagung, terigu sampai pupuk pun impor. Ini sungguh kontras dengan zaman dahulu, dimana Indonesia terkenal dengan swasembada pangannya.

Walaupun kapitalisme terkesan memaksakan kehendak dan menuntut masyarakyatnya untuk menuruti apapun yang dikehendaki, tetapi ini dianggap efektif dalam perkembangan kemajuan di era globalisasi. Jika masyarakat lambat dalam menerima hal tersebut, Indonesia akan selamanya tidak dapat menjadi negara maju. Padahal di masa mendatang, peran kapitalisme akan sangat mempengaruhi kemajuan bangsa. Masyarakat akan dipaksa untuk menerima hal-hal yang menurut penguasa wajib dilakukan, padahal itu belum tentu sesuai dengan budaya orang Indonesia.

Jadi kita sebagai generasi muda, sebaiknya mengetahui dan memahami apa saja yang seharusnya dibutuhkan dan tidak dibutuhkan seperti, sandang, pangan dan papan agar tidak terjerumus di tengah era kapitalisme. (*/bis/ida)

*) Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip