PEDULI KEMANUSIAAN : Tim CSR APF memberikan bantuan untuk korban tanah longsor Banjarnegara, kemarin. (APF FOR RADAR SEMARANG)
PEDULI KEMANUSIAAN : Tim CSR APF memberikan bantuan untuk korban tanah longsor Banjarnegara, kemarin. (APF FOR RADAR SEMARANG)
PEDULI KEMANUSIAAN : Tim CSR APF memberikan bantuan untuk korban tanah longsor Banjarnegara, kemarin. (APF FOR RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kepedulian dan aksi kemanusiaan terhadap korban tanah longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, masih terus bergulir. Di Kendal, PT Asia Pacific Fiber (APF) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan.

APF memberikan bantuan bagi korban tanah longsor Banjarnegara berupa 200 selimut, 150 kompor gas lengkap beserta regulator dan tabung gas isi 3 kilogram. Selain itu, CSR APF juga memberikan peralatan masak lainnya senilai Rp 60 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para korban dan diterima secara simbolis oleh Bupati Banjarnegara, Sutedjo S Utomo.

Ketua CSR APF Pusat, Tunaryo, mengatakan meski bencana tanah longsor di Banjarnegara sudah terjadi sebulan lebih, pihaknya memilih menyalurkan bantuan sekarang karena saat ini memasuki tahap sulit bagi korban. Sebab hingga saat ini korban masih belum memiliki tempat tinggal.

“Bantuan berupa selimut dan alat masak karena selama ini sudah banyak bantuan sembako yang masuk ke kepada para korban. Sementara korban yang tinggal di pengungsian membutuhkan alat-alat tersebut agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada pemerintahnya. Sehingga secara mandiri bisa memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing,” tandasnya.

Ditambahkan, selama tahun 2014 CSR APF sudah menyalurkan bantuan untuk berbagai bidang mulai pendidikan, sosial, keagamaan dan pembangunan infrastruktur. Total CSR selama 2014 ini sudah disalurkan mencapai Rp 2 miliar. “Total CSR Rp 2 miliar itu untuk dua perusahaan yaitu yang ada di Kaliwungu, Kendal dan Karawang, Jawa Barat,” jelasnya.

Bupati Banjarnegara Sutedjo S Utomo, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan dari semua pihak karena sangat bermanfaat dan meringankan penderitaan para korban bencana.

Menurutnya, bantuan yang masuk ke Pemkab Banjarnegara memang banyak tapi tidak hanya di distribusikan untuk korban tanah longsor di Dusun Jemblung saja. Sebab banyak tanah longsor serupa yang terjadi di Banjarnegara. “Bencana tanah longsor di Banajarnegara sebenarnya tidak hanya di Dusun Jemblung saja. Tapi ada di beberapa daerah. Tapi yang memakan korban memang hanya di Jemblung saja,” tambahnya.

Ia mencontohkan tanah longsor di Dukuh Gintung Binangun, Dusun Pencil Karang Tengah, Wanayasa dan Dusun Slimpet. Di desa-desa tersebut terjadi tanah retak dan longsor sehingga warga mengungsi. Bahkan di Slimpet 557 warganya hidup dalam pengungsian seluruhnya. “Bantuan logistik masuk cukup banyak, diprediksi cukup untuk tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Sampai dengan Minggu lalu, jumlah korban yang sudah ditemukan 99 korban meninggal dari sekitar 108 korban yang tertimbun. Sebanyak 31 korban diantarnya merupakan warga dari luar kota yang saat kejadian lewat di sekitar lokasi. “Keluarga korban sudah direlokasi di timur pasar Karangkobar atau sekitar 2 kilometer dari lokasi bencana,” imbuhnya. (bud/ric)