WONOSOBO – Satreskrim Polres Wonosobo masih teruskan mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, dalam mengungkap kasus pencurian di kantor Kecamatan Kepil. Hasil sementara, sebelum membobol kantor para pencuri sudah mondar-mandir di seputar kantor kecamatan.

Menurut Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono, beberapa saksi memberikan keterangan ada yang sempat melihat beberapa orang mencurigakan mondar-mandir di depan kantor Kecamatan Kepil sebelum terjadi pencurian.
“Warga ada yang melihat beberapa orang pakai sepeda motor mondar-mandir di depan kecamatan,” katanya.

Tak hanya itu, kata Suharjono, saksi lain juga ada yang melihat saat para pencuri mengangkut barang dari kantor kecamatan, namun warga yang melihat tersebut tidak berpikiran bahwa orang-orang tersebut pencuri.
“Tahunya mereka sedang memindah barang kecamatan, dan tidak tahu kalau itu pencuri,” imbuhnya.

Selain mengumpulkan keterangan saksi, pihaknya juga menemukan satu barang bukti dari monitor yang berada di belakang kantor yang tidak jadi dibawa pencuri. Dari barang tersebut, terdapat sidik jari pencuri dan masih didalami.
“Kami masih melacak sidik jari. Tapi ada bagian yang rusak karena terkena air hujan,” tuturnya.

Hingga kemari (9/1) Suharjono dan anggotanya belum bisa menyimpulkan nama-nama tersangka. Namun dari proses pencurian secara beruntun dalam satu malam, pihaknya menduga pencuri lebih dari satu orang. “Sangat mungkin ini komplotan,” cetusnya.

Untuk memburu pencuri, Suharjono juga mendatangi beberapa toko komputer bekas di wilayah Wonosobo dan kabupaten tetangga. Langkah ini untuk mengunci gerak pencuri.

“Kami terus lacak barang curian, sangat mungkin dijual oleh para pencuri,” ujarnya.
Seperti diberitakan koran ini, kantor Kecamatan Kepil, kantor Kelurahan Kepil dan SMK Al Madani Kepil dibobol pencuri. Akibatnya sejumlah perangkat kerja kantor seperti komputer dan laptop hilang. Kerugian mencapai Rp 34 juta.

Dalam kasus ini, sebanyak 3 monitor komputer yang biasa digunakan untuk pelayanan KTP telah lenyap. Begitu pula dengan 1 unit monitor komputer di ruang sekretaris camat, juga tak lagi berada di tempatnya. Komplotan maling juga menyatroni Unit Pelaksana Teknis (UPT) PLKB yang juga berada di komplek kecamatan, 2 unit central proccessing unit (CPU), 1 notebook Axioo, 1 monitor dan 1 printer juga hilang tanpa bekas.
Pada hari yang sama, di SMK Al Madani, 2 unit mesin printer juga hilang,
sedang di kantor Kelurahan Kepil, pencuri tidak sempat mengambil barang hanya merusak pintu dan beberapa meja. (ali/lis)