Kristen dan Katholik Rayakan Natal Bersama

183
TOLERANSI : Perayaan Natal Bersama umat Kristen dan Katholik di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TOLERANSI : Perayaan Natal Bersama umat Kristen dan Katholik di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TOLERANSI : Perayaan Natal Bersama umat Kristen dan Katholik di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Biasanya perayaan Natal antara umat Kristen Protestan dan Katholik dilakukan terpisah. Tapi berbeda dengan yang terjadi di Kendal, ribuan jemaat Kristen Protestan dan Katholik menggelar Natal bersama di Pendopo Kabupaten Kendal.

Tak hanya merayakan Natal bersama, warga Kristen Protestan dan Katholik yang hadir juga menggelar doa bersama dan penggalangan dana untuk korban bencana tanah longsor di Banjarnegara. “Kegiatan perayaan Natal bersama umat Kristen dan Katholik di Kendal dan sekitarnya ini memang rutin kami gelar setiap tahun di awal tahun baru. Hal itu membuktikan toleransi dan kerukunan antar agama diantara umat Kristen dan Katholik,” ujar Ketua Badan Musyawarah Antar Agama Kabupaten Kendal, Pendeta Nathanael KS, di sela perayaan, Jumat (9/1).

Menurutnya, umat Kristen dan Katholik sebenarnya menyembah Tuhan yang sama dan merayakan Natal yang sama. Sehingga tidak ada masalah ketika perayaan Natal sebagai hari besar kedua agama tersebut dilakukan secara berbareangan. “Justru umat Katholik maupun Kristen berduyun-duyun, memanjatkan doa bersama pada perayaan Natal tahun ini,” jelasnya.

Selain doa keselamtan, umat Kristani dan Katholik juga menggelar doa syafaat. Yakni doa bersama bagi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara dan korban jatuhnya pesawat Air Asia. “Kami juga melakukan penggalangan dana bagi korban tanah longsor Banjarnegara dan memberikan santuan bagi orang-orang jompo di Panti Wreda Boja. Aksi penggalangan dana ini juga dilakukan di berbagai gereja yang ada di Kendal,” tandasnya.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Fery Bonay mengatakan perayaan Natal bersama tersebut menurutnya bentuk sikap toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kendal terjalin baik. “Harapan kami sebagai pemerintah, kondisi ini tetap dijaga, sehingga Kendal memiliki situasi tetap kondusif dan tidak memecah belah masyarakat,” katanya.

Kesbangpol, menurutnya bertanggungjawab terhadap pembinaan bangsa dan politik. Sehingga pihaknya sangat terbuka bagi kegiatan yang bersifat kebersamaan. “Apalagi pada 2015 ini, Kendal akan memiliki gawe besar yakni pemilihan Kepala Daerah (Bupati). Sehingga kondisi kondusif seperti ini harus tetap dijaga bersama-sama antar pimpinan maupun umat beragama,” tandasnya. (bud/ric)