PRIHATIN: Menpora RI Imam Nahrawi duduk termenung di atas tribun Stadion Jatidiri Semarang saat meninjau GOR dan stadion milik Pemprov Jateng ini. Di atasnya tampak kondisi atap yang sudah rusak parah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PRIHATIN: Menpora RI Imam Nahrawi duduk termenung di atas tribun Stadion Jatidiri Semarang saat meninjau GOR dan stadion milik Pemprov Jateng ini. Di atasnya tampak kondisi atap yang sudah rusak parah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PRIHATIN: Menpora RI Imam Nahrawi duduk termenung di atas tribun Stadion Jatidiri Semarang saat meninjau GOR dan stadion milik Pemprov Jateng ini. Di atasnya tampak kondisi atap yang sudah rusak parah. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi sangat menaruh perhatian besar pada Gelanggang Olahraga (GOR) Jatidiri, Semarang. Menteri asal Madura ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi pusat kegiatan olahraga milik Pemprov Jateng ini.

“Saya ingat, tahun 1991 saat Jatidiri diresmikan, orang-orang di daerah asal saya di Madura sana, begitu antusias dan ingin melihat Jatidiri. Mereka dan kita semua bangsa Indonesia bangga dengan Jatidiri. Karena itu saya prihatin melihat kondisi Jatidiri sekarang seperti ini,” tegas Menpora, saat meninjau Jatidiri, pagi kemarin.

Dikatakan Menpora, sangat masuk akal apabila prestasi olahraga di Jateng selalu tertinggal dibanding DKI Jakarta, Jabar dan Jatim, karena memang fasilitas olahraga di Jateng sangat buruk. Padahal menurutnya, Jateng adalah lumbung atlet hebat yang berpotensi besar membantu obsesi Indonesia sebagai ‘Macan Asia’ di bidang olahraga. “Karena itu saya tegaskan, Jatidiri harus segera dirombak total. Pemerintah Pusat melalui Kemenpora akan mendorong dan membantu sekuat tenaga, agar Jatidiri ini kembali menjadi kebanggaan Indonesia, bukan hanya Jawa Tengah,” tandasnya.

Pihaknya mengaku belum bisa merinci berapa biaya yang akan digelontorkan Kemenpora. Namun yang jelas, dengan dana dari APBN dan APBD, diyakini Jatidiri akan bisa segera dibangun sesuai dengan rencana. “Untuk event-event olahraga besar di Indonesia termasuk Asian Games 2018 mendatang, api koldron akan diambil dari Api Abadi di Mrapen, Grobogan. Mrapen itu dari Jateng, jadi saya yakin ke depan olahraga Jateng akan maju dan abadi seperti Api Abadi Mrapen,” tukas Menpora.

Ditambahkan, Kemenpora mempunyai program percepatan infrastruktur olahraga. Untuk tahap pertama, dipilih tiga provinsi yakni Jawa Tengah, Bali dan Kalimantan Tengah. Ada program yang sangat khusus dalam pelaksanaannya. Karena itulah Jatidiri akan menjadi prioritas bagi pemerintah pusat untuk membangunnya. “Kalau sudah jadi, maka Jatidiri tidak hanya bisa dipakai untuk PON, tapi SEA Games bahkan Asian Games,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadinpora) Jawa Tengah Budi Santoso sangat menaruh harapan kepada Kemenpora untuk membantu renovasi GOR Jatidiri terutama untuk stadion, trek atletik, asrama atlet serta fasilitas lain. Menurutnya, DPRD Jateng dan Gubernur Jateng komitmen untuk itu. Ditambah perhatian Menpora, Budi yakin pembangunan akan berjalan mulus. “Saat ini, sebetulnya proses tengah berjalan dengan pembuatan master plan atau perencanaan serta detail engineering design (DED) dengan biaya Rp 2 miliar,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi E DPRD Jateng Yoyok Sukawi mengatakan, Jatidiri baru bisa dibangun secara fisik pada Februari 2016, setelah kontrak dengan pihak swasta yang mengelola Jatidiri saat ini telah rampung. Sembari menunggu, waktu setahun ini akan digunakan untuk penyelesaian DED sekaligus penyusunan anggaran baik melalui APBD maupun APBN. “Jadi sebenarnya pas, sehingga Februari 2016 sudah bisa dibangun. Untuk tahap pertama nanti kita akan anggarkan sekitar Rp 145 miliar untuk membangun stadion dan mess atlet. Kita berterimakasih atas perhatian Bapak Menpora, yang menaruh perhatian besar pada Jatidiri,” tegasnya. (bas/smu)