PERLU PERBAIKAN- Jalan Jenderal Sudirman Ungaran di depan Gardu Induk PT PLN P3B Jateng DIY ambles karena tanahnya longsor akibat tergerus air hujan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PERLU PERBAIKAN- Jalan Jenderal Sudirman Ungaran di depan Gardu Induk PT PLN P3B Jateng DIY ambles karena tanahnya longsor akibat tergerus air hujan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
PERLU PERBAIKAN- Jalan Jenderal Sudirman Ungaran di depan Gardu Induk PT PLN P3B Jateng DIY ambles karena tanahnya longsor akibat tergerus air hujan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Badan Jalan Jenderal Sudirman di depan komplek Gardu Induk PT PLN (Persero) P3B Region Jawa Tengah & DIY, ambles sekitar 20 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Jalan yang baru selesai digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk Divisi Konstruksi VII selaku kontraktor proyek jalan Kontrak Berbasis Kinerja (KBK) Banyumanik-Bawen diduga ambles karena tanah dibawahnya tergerus air hujan. Kondisi tersebut sangat membahayakan arus lalu lintas dari arah Bawen-Ungaran.

Salah seorang warga Gedanganak, Ungaran Barat, Puryono, 48, mengatakan, jalan tersebut ambles secara bertahap, setelah tanah ambrol begitu juga rumpun bambu di lokasi tersebut roboh. Diperparah lagi dengan hujan deras yang menggerus tanah tersebut.

“Sebelumnya di situ ada rumpun bambu, lalu roboh karena dihempaskan angin. Bambu yang roboh kemungkinan mengenai talut hingga retak. Hal itu juga yang membuat jalannya ambles,” tutur Puryono, Jumat (9/1) kemarin.

Ditambahkan anggota Satuan Pengamanan PT PLN (Persero) P3B Region Jawa Tengah & DIY, Tri Subekti, kerusakan itu sempat diperbaiki oleh pekerja proyek. Dengan menambal bagian jalan yang amles dengan aspal. “Kami lihat beberapa hari ini jalan yang ambles sudah mulai diperbaiki dengan dilapisi aspal,” kata Subekti.

Sementara itu Penanggungjawab Unit Pengendalian Mutu serta Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PT Adhi Karya, Endang Agus Supriatna menjelaskan, kerusakan jalan tersebut disebabkan karena ada talut yang pecah. Sehingga air hujan meresap masuk melalui rekahan talut dan menggerus tanah di dalamnya. Untuk mengantisipasi kerusakan bertambah parah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk Divisi Konstruksi VII mengecor celah bahu jalan yang retak serta melapisi aspal pada badan jalan KM 22+200 yang ambles. “Kita masih kaji untuk penanganan selanjutnya. Dalam waktu dekat, akan diperkuat dengan struktur talud lama yakni memasang bronjong penahan,” kata Endang.

Kerusakan jalan tersebut tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. Sebab kerusakan ada pada bagian tepi. Sementara itu untuk menghindari kecelakaan, dipasangi sejumlah rambu-rambu. Saat ini juga mash dilakukan perbaikan. (tyo/zal)