KALIBANTENG KULON – Nasib apes dialami Suryo Nugroho, 29, warga Perum Polri Durenan Indah Blok D-3, Mangunharjo, Tembalang. Pria yang juga oknum anggota Polsek Banyumanik Semarang ini kembali ditangkap lantaran kedapatan membawa sabu seberat 5 gram. Padahal, sebelumnya ia telah divonis hukuman rehabilitasi atas perkara yang hampir sama.

”Tersangka telah ditahan sejak 13 Oktober 2014. Saat ini, berkasnya telah dilimpahkan dari penyidik Polda Jateng ke penuntut umum Kejati Jateng. Pelimpahan dilakukan lewat Kejari Semarang untuk selanjutnya diajukan ke meja sidang,” ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Semarang, Teguh Imanto kepada wartawan, kemarin.

Teguh menjelaskan bahwa kasus ini terjadi pada Minggu 12 Oktober 2014 sekitar pukul 19.00. Tersangka ditangkap Petugas Direktorat Narkoba Polda Jateng di depan rumah kosong cat kuning berpagar silver di Jalan Mulawarman, Banyumanik. Penangkapan didasarkan atas informasi adanya transaksi narkoba. Atas hal itu tersangka lalu dibuntuti petugas hingga akhirnya ditangkap di lokasi.

”Dari tangan tersangka, saat digeledah diamankan 5 gram sabu, satu handphone Nexian yang digunakan untuk transaksi, dua lembar bukti transfer bank sebesar Rp 1,2 juta dan Rp 1 juta,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kriminalistik, lanjut Teguh, diketahui barang bukti satu paket berisi kristal seberat 4,9 gram dan paket kristal sabu seberat 1,049 gram terbukti mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam golongan I nomor urut 61.

”Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Kedua, melanggar Pasal 112 ayat (2) UU yang sama dan ketiga melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama,” pungkasnya. (fai/ida/ce1)