Siap Kembangkan Bioteknologi Farmasi

149
BARU : Profesor dari Jerman memberikan materi soal pengembangan bioteknologi farmasi di UMM, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BARU : Profesor dari Jerman memberikan materi soal pengembangan bioteknologi farmasi di UMM, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BARU : Profesor dari Jerman memberikan materi soal pengembangan bioteknologi farmasi di UMM, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) mencoba mengembangkan bioteknologi farmasi. Penggabungan antara pengobatan alami dan farmasi ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Untuk mematangkan rencana ini, kemarin Prodi Farmasi DIII Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang mengadakan kuliah umum bertema Application of Biotechnology in Pharmacy. Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Oliver Kayser, guru besar dari Chair Technical Biochemistry, Technology University Dortmund, Jerman.

Menurut Oliver hingga saat ini seperempat obat-obatan modern yang beredar berasal dari bahan aktif yang diisolasi dan dikembangkan dari tumbuhan. “Permasalahannya adalah bagaimana menjaga tingkat produksi obat herbal itu,” katanya.
Oliver mengatakan bioteknologi ini mempelajari pemanfaatan makhluk hidup berupa bakteri, jamur, virus, dan lain-lain. Di bidang kesehatan, lanjut dia, penerapan bioteknologi telah menghasilkan produk-produk penting seperti antibiotik, vaksin, hormon, diagnostika penyakit dan produk farmasi lainnya.

Lebih lanjut, bioteknologi farmasi digunakan untuk membuat molekul yang lebih besar dan kompleks dengan bantuan sel-sel hidup.

Dia mencontohkan aplikasi bioteknologi bisa dilakukan dalam pembuatan vaksinasi hepatitis B. “Bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, salah satunya adalah bidang kesehatan khususnya farmasi,” kata dia.

Kaprodi Farmasi Elmiawati Latifah mengatakan dua disiplin ilmu farmasi dan bioteknologi bisa dipadukan untuk menghasilkan banyak keuntungan bagi manusia dalam hal kesehatan.

“Hal ini dimungkinkan melalui pharmacogenomics yang merupakan studi tentang bagaimana warisan genetik mempengaruhi respons tubuh manusia individu untuk obat, dan biofarmasi obat yaitu studi merancang dan memproduksi obat-obatan yang disesuaikan dengan genetik masing-masing orang,” katanya.

Dalam kuliah umum itu diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari mahasiswa Prodi Farmasi Fikes UM Magelang serta siswa SMK Farmasi. (vie/lis)