PENDAFTAR KEEMPAT: Kadarlusman saat mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota di Kantor DPC PDIP Kota Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PENDAFTAR  KEEMPAT: Kadarlusman saat mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota di Kantor DPC PDIP Kota Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PENDAFTAR KEEMPAT: Kadarlusman saat mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota di Kantor DPC PDIP Kota Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Figur Hendrar Prihadi diprediksi masih menjadi calon terkuat dalam bursa pemilihan wali kota (Pilwalkot) yang rencananya digelar pada Desember mendatang. Termasuk di lingkungan partai berlambang kepala banteng moncong putih. Terbukti, hingga hari kedua penjaringan bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota Semarang periode 2015-2020, kemarin (8/1), dari empat orang yang mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP Kota Semarang Jalan Barusari I Nomor 9, hanya satu yang mencalonkan diri sebagai wali kota, lainnya menuliskan minatnya pada posisi wakil.

Berbeda dengan pengambilan formulir pendaftaran hari sebelumnya, Kadarlusman, Ketua PAC Ngaliyan PDIP Kota Semarang, mendatangi kantor DPC dengan diiringi grup penabuh rebana. Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang itu diiringi dari Gang Barusari I menuju bangunan nomor 9 yang menjadi markas PDIP Kota Semarang.

Kadarlusman adalah pihak yang mengambil formulir pendaftaran keempat setelah Ir Purnomo Ari Wibowo, dosen AMNI yang sebelumnya menuliskan minatnya sebagai calon wakil wali kota. Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, menyadari posisi Hendrar Prihadi masih sangat kuat di lingkungan partainya untuk menempati posisi wali kota pada periode mendatang. Oleh karena itu, dirinya sadar diri dan berniat menjadi pendamping Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, di ajang pesta demokrasi nanti.

”Ibaratnya, kalau mau menjadi sopir, kita harus belajar dulu menjadi kernet. Tidak mungkin langsung wali kota. Meskipun saya sudah memiliki pengalaman di legislatif. Apalagi selama ini Pak Hendi kinerjanya sudah baik, saya berharap beliau (Hendi) terpilih kembali,” terangnya.

Selain itu, yang mendorong Sekretaris Fraksi DPRD Kota Semarang itu mantap terjun ke bursa Pilwalkot mendampingi Hendi adalah masyarakat dan posisi dirinya sebagai kader partai. ”Selain masyarakat yang mendorong, partai juga memerintahkan saya untuk maju. Apalagi salah satu syarat di dalamnya harus mengenal dan dikenal lingkungan. Dan saya rasa, saya sudah mengenal dan dikenal lingkungan,” ujarnya optimistis.

Sedangkan Purnomo Ari Wibowo yang selama ini aktif mengajar (dosen AMNI) mengaku mendaftar dari PDIP karena sebagai partai pemenang pemilu dan partai besar. Ia mengaku, dengan latar belakangnya sebagai pendidik, dirinya dapat membantu mengembangkan kota ini.

Sekretaris Tim Pendaftaran Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota DPC PDIP, Bambang Sutrisno, menegaskan, dari empat bakal calon yang sudah mengambil formulir, tiga di antaranya berminat menjadi wakil wali kota. Dan baru satu bakal calon dari internal partai, yakni Kadarlusman.

”Kita buka pendaftaran secara umum, selama proses penjaringan kami harap semua kalangan yang memang berniat maju pilwalkot mendaftarkan diri. Kita terbuka untuk semua kalangan, tidak ada prioritas, kita beri pelayanan yang sama,” tandasnya.

Pada 21 Januari nanti adalah akhir pengembalian formulir. Setelah itu, akan dievaluasi sesuai persyaratan. Kemudian hasil penjaringan akan diserahkan ke DPD, menggelar raker untuk menentukan dua pasang kandidat. ”Kemudian kita masukkan ke sekolah partai agar loyal dan peduli terhadap partai, karena itu sangat diperhitungkan,” pungkasnya. Berdasarkan informasi di lapangan, selain Kadarlusman, kader PDIP yang akan mendaftar adalah Hanik Khoiru Sholikah, Rukiyanto, dan Meidiana Koswara. (zal/aro/ce1)