Pengunjung Lawang Sewu Naik 100 Persen

255
ANIMO MAKIN TINGGI: Jumlah pengunjung Lawang Sewu terus mengalami peningkatan, seiring gencarnya promosi yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
ANIMO MAKIN TINGGI: Jumlah pengunjung Lawang Sewu terus mengalami peningkatan, seiring gencarnya promosi yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
ANIMO MAKIN TINGGI: Jumlah pengunjung Lawang Sewu terus mengalami peningkatan, seiring gencarnya promosi yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TUGU MUDA – Animo wisatawan untuk berkunjung ke Lawang Sewu di Tugu Muda Kota Semarang, mengalami peningkatan hingga 100 persen. Terbukti, sepanjang tahun 2013 yang mencatat 233.559 pengunjung, namun sepanjang 2014 meningkat hingga 483.068 pengunjung.

Menurut Manajer Museum Lawang Sewu Semarang, Sapto Hartoyo, peningkatan pengunjung Lawang Sewu tidak lepas dari sistem promosi yang berkesinambungan. Mulai dilakukan penyebaran brosur, bantuan media, dan event kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

”Salah satunya seperti fashion parade, acara kebudayaan wayang orang, pre wedding,” kata Sapto, Kamis (8/1) kemarin.
Dia menjelaskan, sejak 2009 Lawang Sewu dikelola oleh PT KAI sehingga ia hanya menyerahkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke Pemkot Semarang bukan sebagai Pajak Asli Daerah (PAD).

”Sedangkan untuk hasil kontribusi tiket pengunjung, akan digunakan untuk biaya pemeliharaan dan perawatan gedung. Ini karena kami tidak menerima subsidi dari Pemkot Semarang,” jelasnya.

Meski begitu, Sapto menyayangkan Dinas Pariwisata Pemkot Semarang yang belum efektif melakukan kegiatan di Lawang Sewu. ”Informasi yang kami terima, rencananya tahun 2015 akan ada kegiatan rutin dari Dinas Pariwisata. Kalaupun benar, kami berharap tetap melalui prosedur yang sudah ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiyana Safitri mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan rutin melakukan kegiatan di Lawang Sewu. Seperti pertunjukan Festival Jazz, pertunjukan seni wayang orang dan wayang kulit, maupun program kuliner. ”Semuanya akan dikoordinasikan dengan pengelola Lawang Sewu,” jelasnya.

Menurutnya, dengan meningkatnya pengunjung di Lawang Sewu, imbuhnya, berarti turut membangun Kota Semarang yang berproses menuju wisata Kota Meeting, Incentive, Conference, dan Exhibition (MICE).

”Sesuai dengan misi Kota Semarang, menjadikan Semarang sebagai kota metropolitan, perdagangan dan jasa yang berbudaya menuju masyarakat yang sejahtera,” terangnya. (mg21/ida/ce1)