ULAH KOMPLOTAN: Kantor Kecamatan Kepil yang dibobol malimg dan kehilangan sejumlah barang elektronik. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
ULAH KOMPLOTAN: Kantor Kecamatan Kepil yang dibobol malimg dan kehilangan sejumlah barang elektronik. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
ULAH KOMPLOTAN: Kantor Kecamatan Kepil yang dibobol malimg dan kehilangan sejumlah barang elektronik. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Aksi pencurian terjadi di wilayah Kecamatan Kepil. Sasarannya kantor kecamatan, kantor kelurahan dan salah satu sekolah menengah kejuruan di wilayah itu. Sejumlah perangkat kerja kantor seperti komputer dan laptop hilang. Kerugian mencapai Rp 34 juta.

Menurut Sekretaris Camat Kepil Miswari, pencurian diduga pada Selasa (6/1) malam. Namun baru diketahui pada Rabu (7/1) sekitar pukul 07.00 WIB, ketika seorang siswa SMK yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) membuka pintu kantor.

“Curiga dengan kondisi di dalam ruangan yang berantakan, anak PKL kemudian melaporkan kepada Supriyanto, pegawai di bagian pelayanan KTP,” katanya

Setelah mendapatkan laporan, Supriyanto segera mengecek kondisi dalam kantor. Dari hasil pengecekan, 3 monitor komputer yang biasa digunakan untuk pelayanan KTP telah lenyap. Begitu pula dengan 1 unit monitor komputer di ruang sekretaris camat, juga tidak berada di tempatnya. “Saya kemudian melaporkan kepada Polsek Kepil,” kata Miswari.

Namun ternyata kehilangan tak hanya dialami kantor kecamatan, karena tak berselang lama, petugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) PLKB yang juga berada di komplek kecamatan, melaporkan hal serupa. Di UPT KB, 2 unit central proccessing unit (CPU), 1 notebook Axioo, 1 monitor dan 1 printer juga hilang tanpa bekas. “Hampir bersamaan, laporan kehilangan juga dari SMK Al Madani dan Kelurahan Kepil,” katanya.

Di SMK Al Madani, 2 buah mesin printer hilang. Sedang di kantor Kelurahan Kepil, pencuri tidak sempat mencuri apapun, hanya merusak pintu dan beberapa meja. Kerugian akibat ulah para pencuri tersebut, menurut Miswari, mencapai Rp 34 juta,” katanya.

Meski kehilangan beberapa perangkat pendukung kerja, Supriyanto, salah satu pegawai Kecamatan mengaku operasional pelayanan di Kecamatan Kepil tak terganggu. Karena salah satu CPU yang sempat hendak dibawa pencuri ternyata tertinggal di bagian belakang kantor Kecamatan dan masih dapat dipergunakan. “Untuk sementara, monitor menggunakan cadangan yang tersedia di komputer lain,” katanya.

Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto melalui Kasubag Humas AKP M Taat Resdianto mengatakan, pihaknya masih kembangkan kasus ini. Satreskrim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan saksi. “Kami masih selidiki kasus ini, belum mengarah pada tersangka,”katanya.

Melihat dari olah TKP, kata Taat, dimungkinkan pelaku pencurian lebih dari satu orang. Karena ada empat tempat lokasi yang didatangi dengan pola mencuri yang hampir serupa. “Mereka membobol kantor dan mengambil barang elektronik seperti komputer dan laptop,” katanya. (ali/ton)