Pasar Legi Parakan Terkendala Cuaca

186
LEMBUR: Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat meninjau pembangunan Pasar Legi Parakan yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2015. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
LEMBUR: Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat meninjau pembangunan Pasar Legi Parakan yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2015. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
LEMBUR: Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat meninjau pembangunan Pasar Legi Parakan yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2015. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG– Pembangunan Pasar Legi Parakan terkendala akibat cuaca buruk akhir-akhir ini. Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Parakan dalam dua bulan terakhir menghambat tugas para pekerja.

Meski begitu PT Hutama Karya selaku pelaksana pembangunan Pasar Parakan tetap yakin dapat menyelesaikan pembangunan hingga tenggat waktu yang disediakan. Kepala Proyek Pembangunan Proyek Pasar Legi Parakan Agus Sumarsono mengatakan, tingginya curah hujan sangat mempengaruhi proses pembangunan Pasar Legi Parakan, sebab saat ini proses pembangunan masih dalam tahapan pembangunan bagian luar pasar.

“Pekerja terpaksa harus berhenti manakala hujan sudah mulai mengguyur,” katanya, Kamis (8/1).
Untuk itu, katanya, selama dua bulan terakhir, proses pembangunan Pasar Legi terus dilembur, agar pembangunan pasar terbesar ke dua di Kabupaten Temanggung ini selesai tepat waktu. “Kalau tidak percaya datang saja pada malam hari, pasti masih ada pekerja yang melakukan tugas-tugasnya mengerjakan bagian-bagian pasar ini,” katanya.

Tenggat waktu pembangunan Pasar Legi Parakan hingga akhir Juni 2015. Sementara pihak pelaksana mengaku sejauh ini perkembangan yang telah dicapai mencapai 65 persen dari rencana. “Kurang lebih masih ada enam bulan setengah, kami optimistis pembangunan akan selesai pada akhir Juni mendatang,” tegas Agus.

Ia menambahkan, sebanyak 529 kios dan ribuan los yang ada di dalam pasar ini, saat ini masih dalam tahap pembangunan. Beberapa kios yang berada di lantai satu sudah hampir selesai dikerjakan. “Ada beberapa los yang sudah dipasang rolling door, kalau yang sudah seperti ini tinggal finishing saja,” katanya.

Bupati Temanggung Bambang sukarno saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan pasar tersebut mengatakan, belum ada penyusunan rencana untuk penetapan besaran uang pengganti pembangunan yang akan ditarik dari pedagang.

“Belum sampai saat ini belum ada, durung dadi kok wis didol (pembangunannya saja belum jadi kok sudah dijual,”katanya.
Ia mengimbau kepada pedagang agar tidak mempercayai isu yang saat ini beredar yakni pedagang harus mengganti uang hingga Rp 300 juta. Sebab hingga saat ini pihaknya sama sekali belum melakukan penetapan harga. (mg3/ton)