Janji Hati-Hati Rencanakan Proyek

198
TUGU BATAS : Salah satu proyek yang dikerjakan pada 2014. Untuk 2015 Pemkab akan lebih berhati-hati dalam perencanaan. Sebab banyak proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan. (mahfudz alimin / radar semarang)
TUGU BATAS : Salah satu proyek yang dikerjakan pada 2014. Untuk 2015 Pemkab akan lebih berhati-hati dalam perencanaan. Sebab banyak proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan. (mahfudz alimin / radar semarang)
TUGU BATAS : Salah satu proyek yang dikerjakan pada 2014. Untuk 2015 Pemkab akan lebih berhati-hati dalam perencanaan. Sebab banyak proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan. (mahfudz alimin / radar semarang)

BATANG- Berbagai permasalahan terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan 2014 lalu. Seperti perencanaan yang tidak matang sehingga berdampak ke hasil dan tidak tepatnya target waktu. Hal ini membuat Pemkab Batang lebih berhati-hati dalam melangkah. Sehingga di awal memasuki tahun 2015 ini, Pemkab lebih berhati-hati pada proses pengadaan barang dan jasa.

Wakil Bupati Batang Soetadi mengatakan pihaknya akan lebih mematangkan rencana dengan bertemu kepada konsultan dan pengawas terlebih dahulu. “Pemkab sedang fokus konsolidasi untuk perencanaan dan pengawasan pada 2015. Kita bertemu secara langsung dengan konsultan perencana dan pengawas terlebih dahulu. Setelah itu dengan jajaran SKPD,” katanya usai Konsolidasi Perencanaan Proyek Fisik 2015, kemarin.

Dia mengatakan yang menjadi bahan evaluasi 2014 diantaranya terkait perencanaan yang tidak sesuai. Seperti antara gambar yang direncanakan berbeda dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), juga antara gambar dengan kondisi lapangan. Bahkan waktu yang tidak tepat target. Sehingga dengan mengundang terlebih dahulu para konsultan dan pengawas diharapkan bisa membenahi proyek di 2015.

“Nanti sebelum proses lelang, hasil dari perencanaan konsultan akan dikaji lagi oleh SKPD serta tim teknis. Sehingga apa yang direncanakan betul-betul sesuai dengan yang diharapkan SKPD. Dengan demikian dalam pelaksanaan tidak ada perubahan-perubahan,” katanya.

Soetadi menambahkan, Pemkab akan berusaha agar proses lelang bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian pelaksanaan proyek juga tidak mepet dengan akhir tahun. Dengan begitu rekanan diharapkan tidak bekerja asal-asalan dan berkonsentrasi pada kualitas. Bukan dikejar-kejar waktu sehingga berdampak pada penurunan kualitas. “Pemkab akan selalu berusaha mengejar kualitas dalam pekerjaan proyek, bukan sekedar waktu penyelesaian. Itu juga terus menjadi fokus kami,” tandasnya.

Dirinya juga menegaskan, Pemkab akan tetap menggunakan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dalam proses lelang. Pasalnya, proses ini menjamin transparansi serta meminimalisir adanya permainan dan intervensi.

“LPSE harus tetap berjalan. Karena itu menjamin keterbukaan dalam proses lelang. Pemkab Batang juga sudah meraih ISO 27001:2013 dari ACS Registras Indonesia untuk LPSE. Dengan LPSE, kalau ada permainan bisa langsung diketahui sebab itu tersambung dengan server di pusat. Pasti akan ketahuan,” pungkasnya. (mg12/ric)