TAMPIL GAYA: Komunitas mobil Charade Salatiga (Comic's) saat kumpul bareng di salah satu sudut kota Salatiga. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TAMPIL GAYA: Komunitas mobil Charade Salatiga (Comic's) saat kumpul bareng di salah satu sudut kota Salatiga. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TAMPIL GAYA: Komunitas mobil Charade Salatiga (Comic’s) saat kumpul bareng di salah satu sudut kota Salatiga. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

Salatiga memiliki banyak komunitas penggemar mobil. Salah satunya adalah Community of Charade Solotigonan (Comic’s). Meski identik dengan kalangan menengah kebawah, namun komunitas ini memiliki keunikan tersendiri. Seperti apa?

Dhinar Sasongko, Salatiga

Meski Charade termasuk salah satu mobil tua, tetapi komunitas pengguna di wilayah Salatiga belum lama berdiri. Komunitas ini awalnya bernama Komunitas Daihatsu Charade Salatiga (KDCS) yang berdiri pada 14 Januari 2014. Puluhan anggota sudah terdaftar di komunitas tersebut.

Sayangnya, karena kesibukkan masing – masing anggota menjadikan komunitas ini mati suri. Hingga akhirnya salah satu punggawanya, Slamet Basuki, memilih mendirikan komunitas baru bernama Comic’s pada 15 Maret 2014. Hingga kini, jumlah yang tercatat terdapat 24 anggota komunitas.

“Charade adalah salah satu mobil tua yang memiliki keunggulan yakni hemat BBM. Konsumsi rerata mobil ini dalam kondisi normal adalah 1 liter banding 18 kilometer. Padahal mobil ini diproduksi mulai tahun 1979,” jelas Basuki, sapaan akrabnya saat bertemu wartawan, kemarin pagi. Anggota komunitas adalah mereka yang memiliki salah satu dari tiga varian yakni Charade, Winner dan Classy. Harga mobil ini dipasaran kisaran Rp 16 juta untuk produk tahun 1979 dan Classy sekitar Rp 45 juta. Variasi yang dilakukan biasanya bodykit, velg, roda, soundsystem dan lampu interior. Tidak jarang variasi yang dilakukan lebih mahal dari harga mobilnya.

Suami Yunarsi Hemi Ekaningrum ini menyebutkan jika salah satudasar pembentukan komunitas ini adalah menjalin link guna memudahkan mencari onderdil mobil. “Tetapi disisi lain, imbasnya adalah menambah saudara karena banyak kenalan baru,” jelas Bapak Yanuar Jovi Suryasaputra itu.

Dalam komunitas ini, tidak ada iuran rutin. Sumbangan sukarela sering di lakukan bila ada anggota yang sakit. Selain itu, setiap minggu melakukan kunjungan bergilir ke anggota – anggota. Sedang sekali dalam sebulan, anggota klub bersilaturahmi ke komunitas serupa di kota – kota lainnya.

Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan adalah membongkar mobil untuk belajar bersama teknik memperbaiki jika menemui kerusakan. Paling tidak, untuk kerusakan ringan harus bisa mengatasi. “Jika longgar, kita bongkar bareng – bareng. Semua anggota harus bisa terjun sendiri langsung, sehingga kalau macet di jalan bisa mengatasi,” imbuh Basuki yang juga dikenal sebagai keybordist ini.

Waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan bersama dibahas bareng. Pasalnya, latar belakang anggota komunitas bervariasi, Mulai dari TNI, PNS, hingga berbagai usahawan muda. Pembahasan sering dilakukan di sekreriat Comic’s yang berada di Argotunggal 15 RT 2, RW 2, Ngaglik Ledok, Salatiga.

Selama menjadi ketua komunitas, pengalaman menyenangkan yang pernah di alami adalah mmperbaiki beramai ramai mobil anggota yang bermasalah. “Bagi yang mobilnya rusak mungkin menyedihkan, tetapi bagi anggota lain justru menyenangkan karena mendapatkan ilmu,” terang Basuki.(*/zal)