Dewan Akan Panggil Kadinas Pasar

145
SIDAK: Anggota DPRD Kota Semarang saat melihat kerusakan atap gypsum di salah satu kios di lantai II Pasar Bulu, kemarin. (M. HARIYANTO/ RADAR SEMARANG)
SIDAK: Anggota DPRD Kota Semarang saat melihat kerusakan atap gypsum di salah satu kios di lantai II Pasar Bulu, kemarin. (M. HARIYANTO/ RADAR SEMARANG)
SIDAK: Anggota DPRD Kota Semarang saat melihat kerusakan atap gypsum di salah satu kios di lantai II Pasar Bulu, kemarin. (M. HARIYANTO/ RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Sejumlah anggota DPRD Kota Semarang kemarin (8/1) melakukan sidak ke bangunan baru Pasar Bulu yang sudah diresmikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel pada 30 Desember lalu. Para wakil rakyat menemukan sejumlah kerusakan di pasar tradisional yang dibangun semimodern tersebut. Di antaranya, atap gypsum di kios nomor 50 lantai II yang mengalami jebol, tembok lantai I sampai III mengalami retak-retak, serta area basement untuk parkiran yang terlihat genangan air akibat atap bocor serta saluran air yang terkesan asal-asalan.

Selain itu, beberapa fasilitas lain seperti saluran air pada lapak pedagang daging di lantai II belum berfungsi. Serta fasilitas seperti keran di toilet yang belum mengalir, serta kondisi toilet yang kumuh.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menyayangkan kerusakan bangunan Pasar Bulu. Sebab, pasar yang dibangun selama 3 tahun itu ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan. ”Lihat saja bangunan baru sudah pada rusak. Atap sudah jebol, lantai bawah yang digunakan untuk parkiran masih tergenang air,” ucapnya kecewa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (8/1).

Pihaknya geram saat berkeliling meninjau lantai I hingga III melihat kondisi fisik bangunan sudah mulai retak. Bahkan, fasilitas air bersih di lapak maupun kamar kecil tidak mengalir. Padahal pada saat bangunan Pasar Bulu diresmikan, air bersih sudah mengalir.

”Keran untuk lapak pedagang daging tidak keluar airnya. Belum lagi, air di toilet juga belum mengalir. Akibatnya, toilet menjadi kotor dan kumuh,” katanya.

Melihat kondisi itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, untuk dimintai keterangan terkait banyaknya kerusakan dan fasilitas Pasar Bulu yang belum memadai tersebut. Termasuk untuk diklarifikasi soal keluhan yang selama ini diungkapkan para pedagang.

”Kami akan memanggil Kepala Dinas Pasar untuk memberikan penjelasan terkait kondisi pasar. Pasar Bulu kan pasar modern yang diharapkan untuk percontohan. Kalau hasilnya seperti ini, saya khawatir akan menjadi sorotan masyarakat. Harapan kami Dinas Pasar melakukan cek ulang kondisi bangunan ini hingga sebelum tanggal 15 Januari nanti,” terangnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengakui, fasilitas air bersih sengaja dimatikan dengan alasan tempat tersebut belum digunakan para pedagang. Pihaknya juga akan bersikap kooperatif jika dewan akan memanggil dirinya. ”Memang air di toilet dan keran untuk lapak pedagang masih dimatikan, karena belum digunakan oleh pedagang. Nantinya kami juga siap hadir jika dipanggil oleh dewan,” katanya. (mha/aro/ce1)