BBM Naik Turun, Sembako Tak Terpengaruh

133
STABIL: Harga komoditas daging di Pasar Kliwon Temanggung cenderung stabil. Penurunan harga BBM tidak berpengaruh banyak pada harga-harga kebutuhan pokok. (DOK/RADAR KEDU)
STABIL: Harga komoditas daging di Pasar Kliwon Temanggung cenderung stabil. Penurunan harga BBM tidak berpengaruh banyak pada harga-harga kebutuhan pokok. (DOK/RADAR KEDU)
STABIL: Harga komoditas daging di Pasar Kliwon Temanggung cenderung stabil. Penurunan harga BBM tidak berpengaruh banyak pada harga-harga kebutuhan pokok. (DOK/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berpengaruh pada penurunan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Temanggung. Hal ini berdasarkan pantauan di pasar-pasar tradisional Temanggung. Harga kebutuhan pokok cenderung stabil, kecuali harga telur ayam ras turun Rp 500 per kilogram.

Pedagang di Pasar Kliwon Temanggung, Purnawati, 35, mengatakan harga telur turun dari Rp 20.000 menjadi Rp 19.500 per kilogram. Menurutnya, penurunan tersebut bukan karena dampak penurunan harga BBM, melainkan karena fluktuasi harga. “Waktu BBM naik juga begitu. Tidak ada pengaruhnya pada kenaikan harga bahan pokok,” kata Purnawati.

Ia lalu menyebutkan harga kebutuhan pokok yang lain relatif stabil. Antara lain minyak goreng Rp 10.500 per kilogram, gula pasir Rp 9.500 per kilogram, dan beras IR64 Rp 10.000 per kilogram.

Hal yang sama disampaikan pedagang daging ayam, Saim, 43. Harga daging ayam ras masih bertahan Rp 27.000 per kilogram. “Tingginya harga daging ayam tersebut membuat permintaan sepi. Biasanya menjual 30 kilogram daging ayam tidak sampai sore, sekarang jualan sampai sore. Itu pun belum tentu habis,” katanya.

Berdasarkan pantauan harga sayuran cenderung naik, meskipun harga cabai merah keriting turun dari Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 55.000 per kilogram. Pedagang sayuran Lilik, 29, mengatakan, meskipun harga cabai merah keriting turun, harga sayuran yang lain naik. Antara lain cabai rawit dari Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram, wortel dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram, tomat sebelumnya Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram. Buncis dari Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 6.000 per kilogram, dan kubis dari Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 5.000 per kilogram. (mg3/ton)