Ponsel asal Tiongkok Kuasai Pusat HP

443
BERSAING: Konter-konter handphone dan smart phone di Pusat Kulakan Handphone dan Komputer (PKHK) Jaecindo Magelang ramai pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BERSAING: Konter-konter handphone dan smart phone di Pusat Kulakan Handphone dan Komputer (PKHK) Jaecindo Magelang ramai pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BERSAING: Konter-konter handphone dan smart phone di Pusat Kulakan Handphone dan Komputer (PKHK) Jaecindo Magelang ramai pengunjung. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Telepon seluler (ponsel) dan smart phone buatan Tiongkok masih menguasai pasaran. Dibandingkan barang branded, penjualan HP dan smart phone asal negeri Panda itu meroket hingga 70 persen pada 2014 di Pusat Kulakan Handphone dan Komputer (PKHK) Jaecindo Magelang.

Smart phone buatan Tiongkok harganya terjun bebas. Satu sisi, fitur yang ditawarkan, tak kalah dengan branded, cukup lengkap dan bervariasi. Modelnya juga tak kalah menarik dengan ponsel branded. Brand terkenal justru kalah bersaing, hanya menembus pasar sekitar 30 persen.

Ketua Paguyuban Pedagang Handphone dan Komputer (PPHK) Jaecindo Magelang Dwi Prasetyo mengatakan, akibat penjualan yang cukup massif, pertumbuhan penjualan ponsel dan smart phone dari berbagai merk pun meningkat hingga 20 persen. “Pertumbuhan itu, seiring dengan pertumbuhan peminat gadget di 2014,” katanya, kemarin.

Sejauh ini, kata dia, ponsel dengan fitur dan teknologi tinggi mendorong konsumen ingin memiliki lebih dari satu ponsel saja. Didukung varian atau tipe baru yang terus bermunculan, mampu mendongkrak penjualan tiap konter 10-15 unit per hari.

“Tapi, ada juga penurunan di beberapa konter, meski tidak signifikan,” jelas Dwi, tanpa merinci konter mana saja dan alasannya mengapa hal itu bisa terjadi. Agus Ali, pemilik konter 57 Cell mengaku mengalami penurunan hingga 10 persen. Ia menduga, penurunan terjadi akibat makin ketatnya persaingan pasar. (put/isk)