KAJEN – Selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2014, kejadian tindak kriminal di Kabupaten Pekalongan turun 80 persen. Hal itu dilihat dari pelaksanaan kegiatan yang sama pada 2013 dengan lima kejadian kriminalitas. Sedangkan pada tahun yang baru saja berlalu kemarin, hanya terdapat satu tindak kriminal.

Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Hundarto mengatakan, pada Operasi Lilin 2014 hanya ada satu kejadian yaitu pencurian dengan pemberatan. Sedangkan pada Operasi Lilin 2013, terdapat 5 kejadian. Yaitu satu curanmor dan empat kasus perjudian. “Jadi ada penurunan drastis sebanyak 80 persen,” ungkapnya, Rabu (7/1).

Hundarto menambahkan, hal itu merupakan wujud keseriusan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pekalongan. Bukan hanya kriminalitas, kata Hundarto, kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebanyak 50 persen. Yakni pada 2013 sebanyak empat kejadian dan 2014 hanya dua kejadian. Demikian juga korban luka ringan yang semula 4 orang menjadi 3 orang. Namun untuk kerugian materi yang diakibatkan adanya kecelakaan lalu lintas, masih sama, yakni Rp 1,4 juta.

“Penurunan juga terjadi pada pelanggaran lalu lintas, yaitu 74 persen atau sebanyak 690 perkara untuk tilang. Rinciannya, dari 932 menjadi 242 perkara. Kemudian untuk teguran juga mengalami penurunan dari 1.628 menjadi 481 perkara,” bebernya.

Dengan demikian, kata Hundarto, bisa disimpulkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2014 kegiatan perayaan Natal di gereja atau rumah ibadah berjalan dengan aman dan lancar. “Juga pengamanan malam tahun baru di Alun-alun Kajen, aman, lancar dan kondusif, tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas,” imbuhnya. Indikator keberhasilan lain, yakni pada pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2014, tidak ada kejadian menonjol maupun pelanggaran anggota yang terjadi. (hil/ric)