Kontraktor Luar Daerah Sulitkan Pemkab

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

MOLOR : Kondisi Pasar Mranggen lama yang hingga kini belum bisa dibongkar karena masih menunggu lelang aset pasar. (Wahib pribadi/radar semarang)
MOLOR : Kondisi Pasar Mranggen lama yang hingga kini belum bisa dibongkar karena masih menunggu lelang aset pasar. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Pembangunan Pasar Mranggen yang tidak bisa terlaksana 100 persen pada akhir 2014 lalu menjadi salah satu contoh dampak negatif sistem lelang dengan jasa Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Sebab, dalam proses LPSE itu, pemenang lelang bisa berasal dari luar daerah yang jauh.

Untuk Pasar Mranggen misalnya, semula pemenang lelangnya adalah PT Haka Utama asal Makassar. Namun, saat terjadi kasus pembangunan pasar yang molor dan tidak bisa berjalan mulus justru menyulitkan pihak pemkab dalam memintai pertanggungjawaban rekanan terkait. Karena itu, supaya tidak terulang lagi, rekanan yang dimaksud tidak digunakan lagi.

Menanggapi pembangunan Pasar Mranggen ini, Bupati Dachirin Said sebetulnya mengakui bahwa sistem LPSE sangat bagus. Sebab, proses lelang berjalan sesuai sistem yang ada dan sangat terbuka semua bisa ikut, utamanya yang memenuhi persyaratan. “Tapi, kalau yang mengerjakan proyek pembangunan itu kebetulan rekanan dari jauh dan pas ada masalah seperti itu memang menjadi kendala tersendiri. Itu salah satu titik kelemahan LPSE. Karena itu, kita evaluasi dan harus ada perbaikan-perbaikan. Jangan sampai masalah seperti ini terulang dan tanggung jawab rekanan harus jelas,” katanya.

Menurutnya, lantaran ada kekurangan itu, maka kepala dinas terkait harus memperketat pengawasan. “Kita apresiasi kawan-kawan DPRD yang turut sidak ke lapangan langsung sehingga ikut mendorong pembangunan Pasar Mranggen dapat dijalankan dengan baik,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengungkapkan, pihaknya berharap pedagang yang belum terakomodasi di pasar darurat bisa terpenuhi. “Kita minta semua diberikan tempat. Meski demikian, tetap memprioritaskan pedagang yang sudah terdaftar dulu,” katanya. (hib/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -