Kejari Gandeng FH Undip

195
SEPAKAT: Kajari Semarang Asep N Mulyana bersama Dekan FH Undip Semarang Prof Dr H Yos Johan Utama foto bersama usai penandatanganan kerja sama kemarin. (IST)
SEPAKAT: Kajari Semarang Asep N Mulyana bersama Dekan FH Undip Semarang Prof Dr H Yos Johan Utama foto bersama usai penandatanganan kerja sama kemarin. (IST)
SEPAKAT: Kajari Semarang Asep N Mulyana bersama Dekan FH Undip Semarang Prof Dr H Yos Johan Utama foto bersama usai penandatanganan kerja sama kemarin. (IST)

KALIBANTENG KULON – Sebagai bentuk upaya menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kota Semarang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, kemarin (6/1) menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kerja sama yang dijajaki meliputi peningkatan kapasitas profesionalisme dan sumber daya manusia antara kedua belah pihak, utamanya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Kepala Kejari Semarang Asep N Mulyana mengatakan, kerja sama ini saling mendukung dan melengkapi masing-masing pihak sesuai dengan tugas dan fungsi institusi. Dalam hal ini FH Undip akan memberikan bantuan ahli, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan meningkatkan profesionalitas jaksa dalam penanganan perkara. Baik dalam bentuk dinamika kelompok, diskusi, maupun berbagai kajian ilmiah lainnya.

”Sebaliknya, Kejari Semarang akan memberikan pemahaman praktik penanganan perkara bagi mahasiswa Fakultas Hukum, khususnya dalam pembuatan surat dakwaan, requisitoir, prosedur dan berbagai teknik dalam penanganan perkara tindak pindana,” bebernya berharap kerja sama tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman.

Dekan Fakultas Hukum Undip Prof Dr H Yos Johan Utama, SH, MHum menyambut baik kerja sama antara Kejari Semarang dengan FH Undip. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari fungsi pengabdian masyarakat FH Undip dan menjadi salah satu bentuk kepedulian Undip terhadap penguatan institusi penegak hukum.

”Saya berharap Pak Kajari tidak sungkan-sungkan untuk meminta bantuan ahli dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi di Kota Semarang,” ujar Prof Johan Utama seraya mengimbau para jaksa agar mengikuti Program Magister dan Program Doktor Ilmu Hukum di Undip. (fai/aro/ce1)