TAK MENENTU : Harga kebutuhan pokok di pasar tidak menentu. Disamping harganya yang terus naik, barangnya juga sulit didapatkan. (Mahfudz alimin/radar semarang)
TAK MENENTU : Harga kebutuhan pokok di pasar tidak menentu. Disamping harganya yang terus naik, barangnya juga sulit didapatkan. (Mahfudz alimin/radar semarang)
TAK MENENTU : Harga kebutuhan pokok di pasar tidak menentu. Disamping harganya yang terus naik, barangnya juga sulit didapatkan. (Mahfudz alimin/radar semarang)

BATANG – Keputusan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal Januari lalu tidak cukup mempengaruhi kondisi pasar di lapangan. Terbukti harga seluruh kebutuhan pokok khususnya sembako terus mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut justru dipengaruhi buruknya cuaca yang melanda selama sepekan ini.

Kondisi tersebut merata di beberapa pasar di Kabupaten Batang. Seperti yang dialami di sebuah pasar induk tradisional Batang, hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tertinggi dialami cabai setan yang sebelumnya hanya Rp 7.000 per kilogram kini menjadi Rp 8.000 per kilogram. Disusul cabai merah yang sebelumnya Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 55.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit dan keriting dari Rp 24.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram.

Bawang merah mengalami kenaikan dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram. Bawang putih sebelumnya Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram. dan bawang bombay sebelumnya hanya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram. Sementara tomat mengalami kenaikan Rp 1.000 dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram.

Sedangkan jenis sayuran juga mengalami kenaikan, yakni wortel dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram kini menjadi Rp 12.000 per kilogram. Kubis sebelumnya Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 5.000 per kilogram. Sementara sawi sebelumnya Rp 4.000 kini menjadi Rp 5.000 per kilogram. Hanya mentimun saja yang mengalami penurunan harga, yakni dari Rp 5.000 menjadi Rp 3.000 per kilogram.

Duroyah, 39, salah satu peadagang sembako di pasar induk tradisional Batang mengatakan bahwa selama beberapa pekan terakhir harga sembako terus mengalami kenaikan, meski sesekali ada penurunan. Namun kenaikannya justru dua kali lipat. “Kenaikan tersebut karena cuaca yang tidak menentu, sehingga harga sembako seperti sayuran jadi tidak tentu juga. Kadang turun seribu namun kenaikannya justru dua kali lipatnya,” kata warga Karangasem, Batang itu.

Hal yang serupa juga dijumpai di Pasar Warungasem, Batang. Beberapa harga komoditas mengalami kenaikan yang sama. Dari keterangan pedagang, hal tersebut justru dipicu adanya cuaca yang kian memburuk. “Saat BBM turun pikir saya harga juga akan mengalami penurunan, ternyata tidak. Karena harga sembako justru dipicu cuaca, bukan BBM,” terang Sri Atun, 55, pedagang sembako di pasar Warungasem. Ia melanjutkan, selama cuaca belum membaik, harga harga seperti kebutuhan pokok seperti bumbu dapur dan sayuran akan terus naik. Disamping itu kata Sri, barangnya pun sulit didapat. (mg12/ric)