Elpiji Langka, Warung Tutup

134

SALATIGA-Akibat kelangkaan gas elpiji 3kg yang terjadi di 4 kecamatan di Salatiga, Rabu (6/1) kemarin, banyak warung makan tutup. Hal itu diduga karena para pengusaha warung makan kehabisan gas elpiji 3 kg.

Dari pantauan Radar Semarang di Pujasera Jalan Ahmad Yani, banyak warung makan yang tutup. Beberapa diantaranya adalah warung bakso, penyetan, ayam bakar. Warung yang biasa buka malam hari tersebut sudah tutup beberapa hari sejak terjadi kelangkaan gas elpiji 3kg.

Ageng, pemilik warung penyetan di Tingkir mengatakan jika sampai saat ini dirinya belum bisa mendapatkan gas elpiji 3kg. Ageng mengaku sudah keliling Salatiga dan Kabupaten Semarang tapi tidak ketemu. “Dari seminggu kemarin gas sudah susah ditemukan. Bahkan untuk mencari gas elpiji harus menghabiskan bensin Rp 20 ribu, keliling Salatiga dan Kabupaten Semarang. Itupun tidak bisa ditemukan,” keluhnya.

Pemilik UD Rakyat, Rudi mengatakan, memang kebutuhan warga terhadap gas elpiji 3 kg meningkat. Dulu warga yang masih memakai kayu berubah menjadi menjadi gas minded, karena dinilai gas lebih efisien. “Saat ini kami menunggu Pertamina terkait peningkatan kuota jatah gas elpiji 3kg. Jika setiap tiga hari kami menerima 4 truk dengan kapasitas satu truk full 560 tabung. Itupun kadang full kadang tidak. Jika tidak full satu truk hanya memuat 360 tabung. Kami meminta ditambah. Jatah 3 hari sekarang sudah habis dalam satu hari. Ini akibat warga yang panik dengan kelangkaan gas tersebut,” katanya.

Kepala Disperindagkop Sri Danujo mengatakan, pihaknya masih berusaha untuk meminta rekomendasi agar kuota gas elpiji 3kg ditambah. Keadaan di lapangan memang mengkhawatirkan, karena gas elpiji turun dari truk sudah diserbu oleh pelanggan. Adanya isu penimbunan oleh agen, dia mengklaim, hal itu tidak mungkin, karena agen dipantau ketat oleh Pertamina. “Bahkan agen yang melakukan penimbunan akan disanksi tegas oleh Pertamina. Jadi jika ada tuduhan tersebut, itu tidak mendasar. Kami mengupayakan agar hasil pertemuan ini (kemarin) bersama 4 agen, ditindaklanjuti sampai wali kota dan diteruskan kepada gubernur,” tegasnya. (mg14/zal)