Dishub Tak Mau Kaji Ulang Tarif

139
NGETEM: Angkot di Kota Magelang belum banyak yang menurunkan tarif penumpang, seiring turunnya harga BBM. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
NGETEM: Angkot di Kota Magelang belum banyak yang menurunkan tarif penumpang, seiring turunnya harga BBM. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
NGETEM: Angkot di Kota Magelang belum banyak yang menurunkan tarif penumpang, seiring turunnya harga BBM. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Meski harga BBM turun, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang belum merevisi tarif angkutan kota (angkot). Alasannya, proses revisi butuh waktu lama.

Kepala Dishubkominfo Kota Magelang, Suko Tri Cahyo, menjelaskan, tidak adanya rencana kaji ulang tarif, lantaran penurunan harga BBM tidak terlalu signifikan. Kalaupun harus dilakukan, butuh proses lama. Tapi jika penurunan harga BBM cukup banyak, maka akan ada kebijakan baru yang disesuaikan dengan kondisi terkini.

Berdasarkan hitungan Forum Komunikasi Angkutan Umum Kota Magelang (Forkam), kenaikan tarif angkot Desember lalu sudah sesuai dengan kenaikan harga BBM 25-30 persen. Saat ini, tarif yang masih berlaku mengacu pada kenaikan tarif 30 persen dari sebelum BBM naik November lalu.

Menurut Suko, saat ini para sopir sudah menyesuaikan diri dengan tarif lama. “Fleksibilitas tarif sudah diterapkan para awak angkutan, sehingga tak melulu berpedoman pada surat keputusan (SK) wali kota.”

Meski penarikan tarif tidak sesuai SK wali kota, bukan berarti para sopir bisa seenaknya melanggar aturan.
Mengapa begitu? “Para sopir angkot sudah memiliki kesadaran untuk menurunkan tarif karena fleksibilitas tarif tersebut,” tandasnya yang menjelaskan bahwa penarikan tarif tetap disesuaikan dengan jarak tempuh penumpang.

Terpisah, Ketua Forkam Darsono mengakui belum ada tarif baru. Namun, pihaknya menegaskan bahwa para sopir tetap menarik tarif penumpang berdasarkan lokalitas dan kondisi para penumpang. “Kalau dekat tidak ditarik penuh. Fleksibel saja. Hanya saja, khusus penumpang luar kota yang ditarik sesuai aturan.” (put/isk)