TALENTA SEMARANG: Empat dari tujuh pemain yang terpilih sebagai pemain magang untuk PSIS di musim kompetisi 2015. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
TALENTA SEMARANG: Empat dari tujuh pemain yang terpilih sebagai pemain magang untuk PSIS di musim kompetisi 2015. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
TALENTA SEMARANG: Empat dari tujuh pemain yang terpilih sebagai pemain magang untuk PSIS di musim kompetisi 2015. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Selain telah mengontrak pemain-pemain yang diproyeksikan untuk mengisi tempat utama, PSIS saat ini juga mulai mendapatkan nama-nama pemain yang diproyeksikan untuk masuk sebagai pemain magang.

Saat ini tercatat tujuh pemain telah direkomendasikan pelatih untuk masuk sebagai pemain magang. Mereka adalah M Tegar Pribadi (USM), Dani Raharjanto (USM), Ahmad Agung Setia Budi (USM), Febta Dewangga Santosa (USM), Guntur Putra (Tugu Muda), Achmad Fahmi Gelorawan (Unnes) dan Ardi (Unnes).

Jumlah tersebut, kata CEO PSIS, Alamsyah Sukawijaya kemungkinan bisa bertambah mengingat saat ini masih ada pemain-pemain binan klub Semarang yang masih dipantau perkembangannya oleh tim pelatih. “Mereka adalah pemain-pemain potensial dari 25 klub anggota. Yang jelas untuk pemain magang promosi-degradasi akan tetap ada apalagi besok rencananya kami akan membuat PSIS B untuk liga amatir dimana emainnya akan banyak diisi oleh pemain-pemain muda Semarang,” katanya.

Ke depan, kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu bukan berarti pemain magang tertutup kesempatannya untuk bersaing di level utama. Yoyok mengatakan, jika secara kualitas mereka menunjukkan grafik yang meningkat, ke depan bisa saja pemain-pemain magang tersebut akan promosi di tim utama. “Musim kemarin ada beberapa pemain yang awalnya kontrak sebagai pemain magang, namun dalam perjalanannya mereka menunjukkan progress yang positif sehingga masuk di tim utama. Saya harap pola itu bisa terus terjaga dan pemain-pemain magang ini nantinya juga berkesempatan untuk masuk di tim utama,” bebernya.

Sementara terkait sponsor, pria yang juga Ketua Komisi E DPRD Jateng itu mengatakan manajemen tim Mahesa Jenar musim ini belum banyak bergerak untuk mendaatkan sokongan pendanaan dari pihak sponsor.

Diakuinya kasus sepak bola gajah yang menimpa tim musim lalu sedikit banyak mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang akan memberikan sokongan dana untuk PSIS, termasuk sponsor tim musim kemarin. “Harus diakui saat ini kepercayaan sponsor sedang runtuh. Makanya kami saat ini sedang mulai membangun kepercayaan lagi dengan menunjukkan kualitas. Dan tanpa sponsor pun PSIS tetap harus jalan,” tegasnya. (bas/smu)