DIBERSIHKAN: Puluhan gerobak PKL di Jalan Imam Bardjo, samping kantor Bank Indonesia diangkut petugas Satpol PP Kota Semarang, kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
DIBERSIHKAN: Puluhan gerobak PKL di Jalan Imam Bardjo, samping kantor Bank Indonesia diangkut petugas Satpol PP Kota Semarang, kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
DIBERSIHKAN: Puluhan gerobak PKL di Jalan Imam Bardjo, samping kantor Bank Indonesia diangkut petugas Satpol PP Kota Semarang, kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Sedikitnya 20 gerobak milik pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Imam Bardjo, tepatnya di samping kantor Bank Indonesia (BI) terpaksa diangkut petugas Satpol PP Kota Semarang, Rabu (7/1) pagi. Pasalnya, keberadaan gerobak tersebut sangat mengganggu ketertiban umum.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, gerobak yang diamankan petugas satpol PP berjumlah 20 gerobak. Gerobak milik PKL ini sengaja ditinggalkan di tempat tersebut. Dalam razia itu, petugas juga mengamankan peralatan masak milik PKL seperti tabung gas, kompor dan layar/tenda.

Kasi Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengakui, penertiban tersebut dilakukan karena keberadaan gerobak yang ditinggalkan para pemiliknya sangat mengganggu ketertiban umum. Sesuai ketentuan, seharusnya gerobak milik PKL tersebut dibawa pulang dan tidak ditinggalkan di tempat tersebut.

”Harusnya gerobak itu setelah jualan dibawa pulang, bukannya ditinggal begitu saja. Itu kan melanggar ketertiban umum dan mengganggu arus lalu lintas. Kami sudah banyak mendapat aduan dari warga maupun pengguna jalan supaya keberadaan gerobak PKL tersebut ditertibkan,” katanya kepada Radar Semarang.

Sebelumnya, kata dia, para pemilik gerobak telah berulang kali diperingatkan, baik oleh pihak kelurahan maupun Satpol PP Kota Semarang. Hanya saja, teguran berkali-kali itu tidak mendapat tanggapan para pemilik gerobak.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan, razia tersebut untuk menegakkan Perda Nomor 11 tahun 2000 tentang penataan dan pembinaan PKL di Kota Semarang. Menurutnya, pemilik gerobak tersebut harus bongkar pasang tempat jualan, dan tidak ditinggalkan di tempat tersebut. (mha/aro/ce1)