MENGEDUKASI MASYARAKAT : Pojok baca di hutan kota menjadi salah satu sarana masyarakat dalam mengetahui informasi lewat pemberitaan koran, salah satunya melalui koran Jawa Pos Radar Semarang. (Wahib pribadi/radar semarang)
MENGEDUKASI MASYARAKAT : Pojok baca di hutan kota menjadi salah satu sarana masyarakat dalam mengetahui informasi lewat pemberitaan koran, salah satunya melalui koran Jawa Pos Radar Semarang. (Wahib pribadi/radar semarang)
MENGEDUKASI MASYARAKAT : Pojok baca di hutan kota menjadi salah satu sarana masyarakat dalam mengetahui informasi lewat pemberitaan koran, salah satunya melalui koran Jawa Pos Radar Semarang. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat. Selain menyediakan fasilitas berbagai macam buku di perpusda setempat, juga mendirikan papan pojok baca.

Sementara ini, dua pojok baca tersebut ditempatkan di Alun-Alun Kota Demak dan hutan kota, tepatnya di jalur lambat Jalan Sultan Fatah. Ke depan, perusda akan menambah lagi pojok baca. Kepala Perpusda Demak, Supriyatiningsih mengungkapkan, dua tempat tersebut dinilai menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Di Alun-alun misalnya, warga dapat mengakses bebas informasi yang ada termasuk juga di kawasan hutan kota. “Kita lihat minat baca masyarakat makin meningkat. Salah satunya dengan pojok baca ini. Diantaranya kita kerjasama dengan Jawa Pos,” ungkap Supriyatiningsih yang pernah menjabat sebagai Camat Gajah ini.

Menurutnya, tren minat baca warga dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Di Kantor Perpusda misalnya, setiap hari tercatat ada 50 hingga 100 pengunjung. Karena itu, untuk memenuhi sekaligus melayani kebutuhan masyarakat itu, maka perpusda berbelanja buku tiap bulan. “Tiap bulan bisa menambah hingga 100 buku untuk berbagai jenis buku,” katanya.

Pada 2015 ini, kata dia, pihaknya akan melakukan pengadaan buku untuk ilmu kedokteran. Selama ini, buku kedokteran dikenal harganya mahal, yakni bisa mencapai Rp 1,5 juta per buku. Untuk membantu kebutuhan mahasiswa kedokteran tersebut, perpusda mulai menyediakan buku-buku kedokteran ini. “Minat baca masyarakat merata dari paling bawah hingga kalangan atas,” jelasnya. (hib/ric)