BELUM SELESAI : Stadion Kabupaten Magelang diharapkan dikelola dengan baik oleh Disdikpora melalui UPT khusus. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BELUM SELESAI : Stadion Kabupaten Magelang diharapkan dikelola dengan baik oleh Disdikpora melalui UPT khusus. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BELUM SELESAI : Stadion Kabupaten Magelang diharapkan dikelola dengan baik oleh Disdikpora melalui UPT khusus. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Stadion Kabupaten Magelang kembali mendapat gelontoran dana di tahun ini. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) selaku pengelola mendapatkan anggaran Rp 1 miliar.

Kepala Disdikpora Kabupaten Magelang Eko Triyono mengatakan anggaran sebesar itu, untuk penataan pengelolaan stadion. Salah satunya terkait persiapan kantor. “Juga pengadaan peralatan untuk perawatan lapangan,” katanya, Selasa (6/1).

Salah satu peralatan perawatan adalah pengadaan mobil pemotong rumput. “Komputer juga ada. Alat-alat kantor,” bebernya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang Muhammad Adib mengatakan, pihaknya memotong pengajuan anggaran sebesar Rp 500 juta. “Pengajuannya Rp 1,5 miliar tapi setelah kami rasionalisasi, kami anggarkan Rp 1 miliar,” ungkap dia.

Rasionalisasi anggaran ini, kata dia, berkaitan dengan belum siapnya stadion tersebut. “Sampai saat ini pembangunan belum selesai dan saya rasa masih akan molor,” jelas dia.

Anggota Komisi III Arif Rohman Imam mengatakan, pihak Disdikpora sejauh ini juga belum menyiapkan komponen termasuk petugas pengelola stadion. “Belum ada pengelolanya. Mau seperti apa juga belum jelas,” tambah politisi PKS ini.

Dia mendorong supaya Disdikpora membuat unit pengelola teknis (UPT) stadion. Supaya pengelolaan lebih teratur dan terencana. “Kalau di bawah Disdikpora langsung saya khawatir tidak akan berjalan dengan maksimal,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan stadion itu menyerap dana sekitar Rp 41 miliar dari APBD 2012-2014. Untuk pengadaan tanah sekitar 4,6 hektar Rp 8 miliar dan pengerjaan fisik Rp 33 miliar. Tahap pertama, membangun tribun timur sepanjang 104 meter dan lebar 16 meter dan struktur bawah tribun barat (104 x 24 meter). Pekerjaan rampung akhir Desember 2012 menelan Rp 3,8 miliar.

Tahap kedua hingga 31 Desember 2013, membangun drainase, pagar keliling, lapangan sepakbola dan lintasan lari, serta menuntaskan sisa hasil pekerjaan tahap pertama, dialokasikan Rp 19,1 miliar. Tahap ketiga, Rp 9.086.229.000.

Senin (5/1) lalu, Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang (bukan Komisi III seperti diberitakan kemarin, red), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke stadion. Tim dipimpin Ketua Komisi IV Muhammad Adib. Tim menemukan bahwa pekerjaan yang seharusnya sudah rampung pada akhir 2014, ternyata belum selesai. Akibatnya, pelaksana proyek PT Armada Hada Graha terkena penalti untuk membayar hingga Rp 450 juta. (vie/ton)