Sibuk Duta Wisata

201
Riskawati Tanundyana. (Dok. Pribadi)
Riskawati Tanundyana. (Dok. Pribadi)
Riskawati Tanundyana. (Dok. Pribadi)

BAGI sebagian orang, bidang ekonomi dan wisata adalah dua dunia yang berbeda. Yang pertama berkaitan dengan angka dan hitung-hitungan, sementara yang kedua berkaitan dengan kesenangan. Tapi bagi Riskawati Tanundyana, dua hal itu bisa disandingkan. Ia bisa melakoni peran sebagai mahasiswa Ekonomi Pembangunan sekaligus duta wisata untuk daerah kelahirannya, Ngawi.

Ya, Riska yang kini menempuh studi di Ekonomi Pembangunan (EP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) sejak awal 2014 lalu terpilih jadi ambassador wisata di daerahnya. Dua kesibukan itulah yang membuat Riska kerap bolak-balik Semarang-Ngawi.

”Mulai semester I saya memang seminggu sekali pulang Ngawi. Biasanya agenda duta wisata itu dilakukan waktu weekend, jadi saya harus bisa atur jadwalnya agar tidak bentrok dengan jadwal kuliah,” kata gadis 18 tahun ini.

Soal ketertarikannya pada bidang ekonomi, Riska mengaku sudah menyukainya sejak duduk di bangku SD. Saat itu, ia sudah mulai suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan pembukuan. Bahkan, ia sudah mulai membiasakan diri mencatat pemasukan dan pengeluaran sendiri.

”Yang paling menantang dalam jurusan ekonomi pembangunan adalah tentang kurva dan analisisnya. Di jurusan ekonomi pembangunan, setiap mahasiswa dituntut memiliki kemampuan analisis yang tinggi,” ujarnya. (ewb/aro/ce1)