MASIH GRES: Para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan mendapatkan bantuan kendaraan dinas untuk bertugas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
MASIH GRES: Para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan mendapatkan bantuan kendaraan dinas untuk bertugas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
MASIH GRES: Para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan mendapatkan bantuan kendaraan dinas untuk bertugas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab memfasilitasi orang-orang telantar, dengan membuka rumah singgah. Rumah singgah hanya bersifat sementara, untuk menampung orang-orang telantar, sebelum penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinsos Temanggung Teguh Suryanto mengatakan, rumah singgah tersebut dapat mempermudah Pemkab dalam menginventarisasi dan melakukan pembinaan.

“Orang-orang telantar jumlahnya semakin banyak. Kita harus punya tempat untuk menangani mereka secara tepat. Semisal, para telantar ini termasuk gelandangan psikotik, maka ya akan kami rujuk RSJ (rumah sakit jiwa). Dengan adanya surat rekomendasi dari kami, maka mereka akan dilayani tanpa pungutan biaya, karena pengobatan dibebankan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi,” jelas Teguh, saat ditemui dalam peresmian rumah singgah Dinsos, Selasa (6/1) pagi, kemarin.

Orang-orang gelandangan psikotik, lanjut Teguh, sangat membutuhkan penanganan medis. Satu sisi, pendanaan bagi mereka lewat BPJS, sudah tidak mungkin.

Untuk gelandangan dengan fisik dan mental yang sehat, Teguh mengupayakannya mengembalikan mereka ke tempat semula. Yaitu, dengan memberikan uang saku, juga koordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk pemulangan.

“Kamar kita tidak sediakan banyak. Karena memang rumah singgah ini hanya bersifat sementara. Kita ada 6 kamar, di mana enam itu terbagi tiga kamar untuk pria dan tiga kamar untuk perempuan. Masing-masing kamar punya daya tampung dua orang. Jadi, jumlah keseluruhan untuk 12 orang.”

Selain meresmikan rumah singgah yang notabene merupakan bekas SMP Negeri 3 Temanggung, Pemkab juga memberikan 40 unit motor untuk para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan bagi petugas dan pendamping yang tersebar di 20 kecamatan.
Kendaraan untuk memudahkan petugas TKSK menangani berbagai masalah sosial. Yaitu, validasi, pelaksanaan dan evaluasi berbagai masalah sosial. (mg3/isk)