PEKALONGAN – Garis hidup Wisam Bayu S, 31, sungguh tragis. Warga Kelurahan Degayu RT 01 RW 04 Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan tersebut tewas mengenaskan karena dikeroyok dan ditusuk segerombolan pemuda hanya karena saling ejek.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfhie Sulistiawan melalui Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Zurianto menerangkan, kejadian pengeroyokan berbuntut kematian itu terjadi di Jalan Ki Mangunsarkoro Kelurahan Gamer (depan SPBU) Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan. “Waktu kejadian pada Senin (5/1) sekitar pukul 23.15. Karena kedua kubu saling tidak terima karena saling ejek atau saling umpat,” terang dia.

Diungkapkan lebih detail, atas kesaksian M.Subkan alias Pak Le Bin Basari warga Kelurahan Gamer Wetan No.90 Kecamatan Pekalongan Timur. Yang merupakan teman boncengan korban. Pada malam tersebut, korban Wisam dan Saksi Subkan, berboncengan sepeda motor dengan nopol G 6562 VC dari arah barat. Saat melintas di TKP depan SPBU, tiba-tiba ada seseorang yang akan menyeberang jalan. Karena korban kaget akhirnya berteriak kata-kata kasar atau mengumpat kepada penyeberang tadi.

Merasa tidak terima, penyeberang tadi turut mengumpat, lantas menantang korban dan temannya yang mengendarai motor. Merasa ditantang mereka berdua menghentikan sepeda motornya dengan jarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian pengeroyokan. Kemudian berjalan kaki, mendatangi orang tersebut sambil membawa potongan kayu.

Di tempat kejadian korban dan penyeberang sempat saling umpat dan menantang. Ternyata rombongan tersangka penyeberang berjumlah sekitar 6 orang, mereka langsung mengeroyok kedua korban.

Pertarungan yang tidak imbang membuat dua korban kalah. Salah satu gerombolan mengeluarkan pisau dan menusuk korban. Mengetahui ada yang berdarah, pengeroyok langsung melarikan diri.

Oleh Subkan yang tidak terluka beserta warga sekitar, Taufik bin Junaedi, 33, korban selanjutnya dibawa ke RS Bedah Aro Kota Pekalongan.

Dari kejadian tersebut, menurut keterangan dokter jaga, Wisam mengalami luka tusuk dengan menggunakan sajam dan mengenai badan bagian belakang pinggang sebelah kanan. “Wisam meninggal dunia diduga karena kehabisan darah, karena mengalami luka tusuk dengan lebar 3 cm, kedalaman 15 cm dan mengenai pembuluh darah besar di perut,” jelas dia. (han/ric)