UNGARAN- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Semarang, menerjunkan tim deteksi dini pelanggaran norma-norma ketenagakerjaan. Tujuannya untuk memprediksi terjadinya pelanggaran norma ketenaga kerjaan. Selain itu juga menurunkan tim pemantau pelaksanaan Upah Minimum Kota/kabupaten (UMK).

Kepala Dinsosnakertrans, Soemardjito mengatakan, tujuan tim deteksi dini itu untuk memprediksi sebelum ada kejadian pelanggaran norma ketenagakerjaan oleh sejumlah perusahaan. Tim Deteksi dini terdiri dari personil Dinsosnakertrans dan ada dari unsur kepolisian. “Tim deteksi dini ini mendeteksi semua hal terkait ketenaga kerjaan. Selain dari kami, juga melibatkan unsur lain dari kepolisian. Tim sudah mulai bekerja dan mereka akan mendeteksi dengan masuk ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek kondisi ketenagakerjaan,” tutur Soemardjito, Selasa (6/1) kemarin.

Soemardjito menambahkan, jika kemudian ditemukan adanya pelanggaran norma-norma maka tim akan melapor dan dikirim tim pengawas. Selanjutnya persoalan tersebut dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh penyidik karena ada pelanggaran pidana. “Jika ada temuan tentu akan berlanjut ke polisi, terutama jika ada unsure pidananya,” imbuh Soemardjito.

Selain tim deteksi dini, Soemardjito mengatakan, tim pemantau pelaksanaan UMK juga sudah mulai kerja di awal 2015. Sebab UMK baru yang ditentukan Rp 1.409.000 harus sudah dimulai di tahun 2015 ini. Hingga saat ini, sejumlah perusahaan belum ada yang mengajukan penangguhan UMK. “Sampai saat ini tidak ada yang menganjukan keberatan UMK. Nah, mulai bulan Januari ini UMK harus sudah jalan. Tim pemantau UMK juga sudah turun,” pungkasnya. (tyo/zal)