PEDURUNGAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng berupaya mempercepat proses pembentukan struktur kepengurusan barunya. Perwakilan Anak Cabang (PAC) maupun Dewan Perwakilan Cabang (DPC) didorong segera menyerahkan rekomendasi nama-nama calon ketua PAC, DPC, maupun calon ketua DPD untuk segera diproses.

Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan hingga kemarin baru 19 DPC yang sudah menyerahkan nama-nama calon ketua DPC maupun calon ketua DPD PDIP Jateng. Padahal fit and proper test bagi para calon ketua maksimal harus sudah selesai pada akhir Januari ini. Pada pertengahan Februari, pihaknya sudah dijadwalkan menggelar Konferda guna menentukan calon ketua DPD PDIP Jateng.

Karenanya itu, PAC maupun DPC di-deadline sudah menyerahkan nama pada Kamis (8/1) nanti. ”Kamis akan kami gelar Rakerda untuk mempercepat proses itu. Sebab Februari pertengahan Konferda harus sudah digelar,” katanya.

Dia menambahkan, tahapan penyusunan pengurus akan dimulai dengan tes tertulis bagi para calon ketua PAC pada minggu depan. Tes akan digelar di beberapa titik di Jateng dengan pertimbangan nama yang diusulkan cukup banyak dan tersebar di berbagai daerah. ”Materi tes berkaitan dengan pengetahuan umum, ideologi, dan kepartaian,” ungkapnya.

Minggu depannya lagi akan digelar tes tertulis bagi para calon ketua DPC. Kali ini tes digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan dikoordinasi oleh DPD. Dikatakannya, proses pergantian calon ketua PAC, DPC, maupun DPD ini tidak dilakukan melalui pemilihan. Tapi melalui musyawarah mufakat. Meski begitu, nama-nama yang masuk tetap merupakan usulan dari bawah.

”Nantinya akan diajukan 3 nama calon ketua DPC maupun DPD ke DPP. Bila salah satu terpilih sebagai ketua, dua calon lain harus dirangkul sebagai pengurus,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagai pemegang kekuasaan di Jateng, PDIP dianggap membutuhkan sosok konsolidator dan motivator. Tokoh lokal Jateng lebih didorong untuk memimpin DPD PDIP Jateng dibandingkan tokoh nasional.

Pengamat politik Undip Teguh Yuwono mengatakan sebagai partai, PDIP memiliki budaya politik khusus. Yaitu hampir semua keputusan sentral berada di tangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum. ”Karenanya figur yang akan memimpin DPD PDIP Jateng adalah figur yang direstui Bu Mega (Megawati),” katanya.

Meski begitu, pemenang pemilu di Jateng itu membutuhkan sosok yang tidak memicu konflik serta memiliki penerimaan di internal partai yang tinggi. Ketua DPD PDIP Jateng ke depan lanjutnya, harus bisa diterima seluruh unsur partai. Dia juga tidak ambisius, mampu mempersatukan partai, dan menjadi motivator. ”PDIP ini kan sedang in power. Sehingga diharapkan punya relasi yang baik dengan partai lain. Kelemahan PDIP Jateng selama ini kan cenderung keras dan tidak mau mendengar partai lain,” paparnya. (ric/ida/ce1)