BERKELOK TAJAM: Jembatan Sekrikil yang menanjak dan menikung sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BERKELOK TAJAM: Jembatan Sekrikil yang menanjak dan menikung sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BERKELOK TAJAM: Jembatan Sekrikil yang menanjak dan menikung sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Bupati Bambang Soekarno mengklaim tengah mengupayakan renovasi untuk perbaikan jembatan Sekrikil di Kelurahan Walitelon, Kecamatan Temanggung. Perbaikan dirasa perlu, mengingat kondisi jembatan membahayakan bagi para pengguna jalan. Utamanya, bagi kendaraan besar seperti tronton dan truk.

Kondisi jembatan tersebut memiliki tanjakan dan kelokan yang cukup tajam. Tujuan renovasi, agar nantinya kondisi jembatan sejajar dengan jalan, baik dari arah timur maupun barat. Renovasi yang dilakukan, seperti proyek jembatan Sigandul, Tlahab Kledung, yang saat ini masih dalam pengerjaan.

“Posisi jembatan Sekrikil Walitelon berada di bawah, disertai tanjakan dan kelokan tajam. Setelah diperbaiki, tak ada lagi tanjakan tajam,” jelasnya usai meresmikan kantor Dinas Sosial Temanggung, Selasa (6/1) kemarin.

Untuk perbaikan jembatan yang nantinya dibuat dua jalur, Pemkab menganggarkan dana Rp 7 miliar. Pengerjaannya, akan dimulai pada 2015 ini. Bersamaan dengan itu, Bupati Bambang juga mengatakan akan merenovasi jembatan Sroyo yang berada di jalur lingkar selatan. Anggarannya, sekitar Rp 3 miliar.

“Kalau jembatan sudah beres, maka semua kendaraan berat akan memanfaatkan jalan yang jadi jalan alternatif. Prinsipnya Pemkab tengah mengupayakan penjaminan infrastruktur jalan dan jembatan yang aman.”

Sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan jembatan di Kelurahan Walitelon, posisi jembatan cukup membahayakan. Di atas jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter itu, kerap terjadi kecelakaan.

“Kebanyakan kecelakaan terjadi akibat truk maupun tronton bermuatan berat, tak kuat melaju tanjakan, sehingga akhirnya terguling. Padahal jembatan itu dilalui kendaraan besar dan tronton,” jelas Rohmat, 57, warga Walitelon.
Selain itu, kondisi jalan alternatif juga agak sempit dan kerap rusak. Jembatan Sekrikil merupakan jembatan penghubung jalan alterntif antara terminal induk-Walitelon-Maron Sidorejo. Jalan tersebut dimanfaatkan untuk memecah kemacetan di perkotaan. (mg3/isk)