Agrobisnis dan Pertambangan Belum Diminati

172

SEMARANG–Pasar saham agribisnis dan pertambangan, ternyata masih kurang diminati investor di tahun 2015 ini. Mengingat kelangsungan kedua bisnis di bidang tersebut turut dipengaruhi oleh musim.

“Khusus untuk agrobisnis salah satu faktor penentunya adalah musim,” ujar Branch Manager PT Danareksa Sekuritas Semarang, Melcy Rulandy S Makarawung.

Menurutnya, jika musim hujan datang, berdampak pada terjadingan banjir dan bencana alam lainnya. Kondisi tersebut mendorong kurang minatnya para investor dalam menanamkan sahamnya.

“Jika sampai terjadi banjir seperti tahun lalu, akan berdampak pada tingginya inflasi sehingga suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) akan meningkat dan selanjutnya aktivitas saham akan turun,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai kondisi fundamental Indonesia saat ini cukup baik sehingga berpengaruh positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalaupun ada koreksi, angkanya tidak terlalu besar dan itu lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal yaitu aktivitas normal dari para investor.

“Besarnya koreksi pada IHSG tidak mengkhawatirkan. Jika pada penutupan tahun lalu IHSG berada di level 5.200, untuk saat ini IHSG berada di level 5.212,” ujarnya.

Kendati begitu, imbuhnya, masih banyak sektor yang diminati oleh investor. Di antaranya infrastruktur, perbankan, properti, konstruksi, dan yang berhubungan dengan konsumer atau daya beli masyarakat salah satunya ritel.

Sektor infrastruktur, ucapnya, diminati oleh investor mengingat pembangunan yang dilakukan pemerintah akan segera dimulai. Sedangkan sektor yang berkontribusi paling besar pada pasar saham yaitu perbankan. “Selama perbankan masih dalam kondisi sehat dengan bunga rendah, maka inflasi juga akan rendah,” tandasnya. (dna/ida)