16 Pilkada, Anggarkan Rp 325 M

116

GEDUNG BERLIAN – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 16 kabupaten/kota di Jateng masih belum diketahui kepastian waktunya. Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan dana Rp 325 miliar untuk pesta demokrasi tersebut. Alokasi dana itu diambil dari APBD 2015, dan diajukan untuk dua putaran pilkada.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo, mengatakan, untuk alokasi dana pilkada sudah diajukan dari masing-masing KPU di daerah. Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut pilkada agar bisa berjalan lancar. Meski diakui sejauh ini masih belum ditentukan sistem pilkada yang akan digunakan.

”Total dari ajuan yang sudah disetujui dari 16 kabupaten/kota untuk pilkada sebesar Rp 325 miliar. Dana ini diajukan untuk dua kali putaran,” katanya usai bertemu dengan Komisi A DPRD Jateng, Selasa (6/1).

Ia menambahkan, untuk alokasi dana masing-masing kabupaten/kota berbeda sesuai dengan kebutuhan daerah. Mulai yang terkecil Rp 4,2 miliar, hingga yang terbesar Rp 46 miliar. Yang paling besar adalah Kota Semarang dengan total alokasi dana sebesar Rp 46 miliar. Sedangkan yang terkecil Kota Magelang sebesar Rp 4,2 miliar.

”Ini menyesuaikan SDM (sumber daya manusia) dan kebutuhan sesuai dengan daerah masing-masing,” ujarnya.
Joko mengaku sudah mempersiapkan dua skenario dalam pelaksanaan pilkada di 16 kabupaten/kota di Jateng. Hal ini berkaca pada sistem pilkada sesuai dengan Perpu No 1 tahun 2014. Jika nanti Perpu rampung dibahas Januari, maka awal Februari bisa dimulai tahapan pilkada. Sehingga akhir Desember 2015 proses pilkada di 16 daerah Jateng bisa dilaksanakan. Tapi, jika putusan Perpu baru Maret, maka pilkada baru bisa dilaksanakan pada 2016.

”Kami memang sengaja menyiapkan dua skenario untuk pilkada di Jateng. Tapi pada intinya kami siap, dan semua persiapan sudah beres,” tegasnya.

Wakil Komisi A DPRD Jateng, Fuad Hidayat, mengaku, sengaja mengundang KPU Jateng untuk menanyakan kesiapan menyambut pilkada di 16 kabupaten/kota di Jateng. Sejumlah anggota Komisi A tampak berdialog cukup lama dengan KPU Jateng. Dari pertemuan itu, dewan merasa puas karena berbagai kesiapan sudah dilakukan.

”Kami ingin mengetahui persiapan pilkada di Jateng. Karena memang sistem yang digunakan masih belum jelas, tapi KPU sudah siap,” katanya.

Sejumlah anggota Komisi A sempat mempertanyakan alokasi dana sampai hal teknis. Termasuk ketika nanti perpu tidak disetujui dewan, karena masih dalam proses uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di Jateng sendiri bakal ada 16 pilkada yang rencananya akan digelar serentak. Yakni, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kota Surakarta, dan Kabupaten Boyolali.

Selain itu, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Pemalang. (fth/aro/ce1)