EVAKUASI: Tim kepolisian dan Basarnas melakukan pertolongan dengan menggunakan peralatan evakuasi, di Jalan Sultan Agung nomor 108 Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (5/1) kemarin, sekitar pukul 15.00. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Tim kepolisian dan Basarnas melakukan pertolongan dengan menggunakan peralatan evakuasi, di Jalan Sultan Agung nomor 108 Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (5/1) kemarin, sekitar pukul 15.00. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Tim kepolisian dan Basarnas melakukan pertolongan dengan menggunakan peralatan evakuasi, di Jalan Sultan Agung nomor 108 Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (5/1) kemarin, sekitar pukul 15.00. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

GAJAHMUNGKUR – Seorang remaja bertubuh gendut hampir saja meregang nyawa. Pasalnya, saat sedang berpijak di atas dak penutup sumur yang terbuat dari cor beton, justru ambrol. Diduga tidak kuat menahan berat badan korban yang gemuk.
Akibatnya, tubuh korban kecemplung sumur sedalam 30 meter yang terletak di halaman rumah atau agen elpiji 3 kg di Jalan Sultan Agung nomor 108 Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (5/1) kemarin, sekitar pukul 15.00.

Adalah Agus Eko Riyanto alias Gentong, 20, warga Karangrejo Selatan RT 3 RW 3 Kelurahan Tinjomoyo Banyumanik, Semarang. Korban adalah seorang kernet mobil pikap H 1654 R, yang sedang mengambil tabung gas elpiji di tempat agen tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang di lokasi kejadian, semula korban bersama sopirnya, Jiwantoro Aji, 38, warga Karangrejo Selatan RT 2 RW 3, Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik Semarang, tiba di lokasi kejadian bermaksud mengambil sejumlah tabung elpiji 3 kg di agen tersebut.

Tak lama kemudian, korban iseng berjalan ke lokasi sumur yang kondisinya tertutup dak cor yang tak jauh dari mobilnya diparkir. Saat kakinya menginjak dak penutup sumur itu, tiba-tiba penutup sumur tersebut ambrol.

’Mungkin kondisi cor penutup sumur sudah rapuh, ditambah berat badan korban yang gendut, sehingga tidak kuat menahan. Korban terjatuh ke dalam sumur berkedalaman 30 meter lebih,” ungkap salah satu saksi Sugeng Riyadi, 33, di lokasi kejadian.

Hal itu membuat orang-orang di sekitar lokasi kejadian panik. Spontan, mereka kebingungan mencari solusi bagaimana cara melakukan pertolongan. ”Korban di dalam sumur masih selamat dan berteriak meminta pertolongan,” ujarnya.

Saksi bersama warga yang lain secepatnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gajahmungkur, diteruskan ke Basarnas Kota Semarang. Tak lama berselang, tim kepolisian dan Basarnas tiba di lokasi kejadian. Sejumlah petugas Basarnas langsung melakukan tindakan pertolongan dengan menggunakan peralatan evakuasi.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gajahmungkur, Aiptu Hanan mengatakan, korban bisa diselamatkan setelah hampir dua jam berada di dalam sumur. ”Pertolongan pertama, korban yang masih teriak-teriak di dalam sumur langsung dibantu menggunakan dua kipas angin besar. Biar tidak kehabisan oksigen,” kata Hanan di lokasi.

Proses evakuasi oleh tim Basarnas cukup sulit karena sumurnya cukup dalam dan gelap. Dibantu seorang petugas yang masuk ke dalam sumur menggunakan tali. ”Tubuh korban berhasil diangkat menggunakan tali, kemudian ditarik oleh petugas dibantu warga. Korban selamat, hanya luka luar saja,” katanya.

Sementara nenek pemilik rumah atau pemilik agen elpiji, Wing Winoto Puspuyudo, 82, mengatakan kondisi sumur tersebut memang sudah lama. ”Sumur itu sudah ada sejak saya tinggal di sini 52 tahun yang lalu. Sumur itu bukan untuk air minum, tapi untuk menampung pembuangan cuci mobil di dekat lokasi. Mobil elpiji biasanya harus bersih dan dicuci di sebelah sumur itu,” kata dia yang saat kejadian, sedang salat di dalam rumah.

Biasanya, lanjutnya, sejumlah orang yang mengambil elpiji di tempat tersebut sering istirahat di sekitar sumur. ”Karena memang adem, lokasinya berada di bawah pohon rindang. Duduk di atas penutup sumur. Biasanya juga tidak apa-apa,” katanya.

Sedangkan korban yang telah mendapatkan pertolongan oleh tim Basarnas langsung dilarikan ke RS Elisabeth untuk mendapatkan perawatan medis. Agus tampak sehat meski masih shock. (amu/ida/ce1)