Polisi Periksa Tetangga Korban

131

BARUSARI – Kasus pembunuhan terhadap seorang nenek, Rahmawati Sarwodadi alias Tan Tjoe Nio, 86, warga Jalan Kentangan Tengah RT 3 RW 5, Jagalan, Semarang, belum terungkap. Tim Reskrim Polrestabes Semarang masih melakukan pengembangan penyelidikan.

Sejumlah saksi telah dilakukan pemeriksaan. Di antaranya tetangga korban. ”Ada lima saksi yang sudah kami periksa. Termasuk tetangga korban,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, Senin (5/1).

Dikatakannya, hingga kini pihaknya masih mengembangkan proses penyelidikan. ”Sementara memang baru motifnya yang diketahui, belum mengarah ke pelaku,” katanya.

Motif dalam pembunuhan tersebut diduga kuat ada upaya pencurian atau berupaya memiliki barang berharga milik korban. ”Berdasarkan olah TKP, sejumlah barang di dalam rumah korban diacak-acak,” katanya.

Kendati demikian, hingga kini pihaknya belum mengetahui apakah barang-barang berharga milik korban ada yang hilang atau tidak. ”Sebab minim saksi,” ujarnya.

Namun ada indikasi, berdasarkan hasil penyelidikan dengan melibatkan anjing pelacak, pelaku adalah orang dekat korban. ”Pelaku juga diduga tahu kalau korban tinggal di rumah tersebut seorang diri. Pembantu korban juga pocokan yang setiap usai bekerja kemudian pulang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pelaku juga mengetahui seluk-beluk serta kondisi rumah tersebut. ”Tahu kalau malam, korban tinggal sendirian,” urainya.

Terkait kenapa belum diketahui apakah ada barang hilang atau tidak, Sugiarto menjelaskan, bahwa korban telah lama tinggal sendirian di rumah tersebut. ”Sejumlah kerabatnya tidak ada yang mengetahui barang berharga apa yang disimpan oleh korban,” imbuhnya.

Sementara mengenai penyebab kematian korban, diduga bukan akibat benda tajam, akan tetapi akibat cekikan tangan pelaku. Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Forensik dan Medicolegal RSUP dr Kariadi Semarang, Gatot Suharto.
Dikatakannya, hasil pemeriksaan jenazah, korban meninggal akibat paru-paru kekurangan oksigen. Sehingga korban mengalami sesak napas hingga meninggal. ”Indikasinya, korban dicekik atau dibekap, sehingga tidak bisa bernapas,” katanya.

Seperti diketahui, jasad nenek Rahmawati ditemukan di rumahnya, Jalan Kentangan Tengah, RT 3 RW 5, Jagalan, Semarang Tengah, Sabtu (27/12/2014) pukul 06.30. Tubuh korban dalam posisi tergeletak dengan kondisi berdarah di bagian kepala, di dekat meja makan ruang tengah. (amu/ida/ce1)