Pembongkaran Pasar Mranggen Tunggu Lelang

127
SIDAK : Anggota DPRD Demak saat melakukan sidak ke pasar Mranggen, kemarin. Mereka menyoroti pembongkaran Pasar Mranggen lama yang belum juga dilakukan. (Wahib pribadi/radar semarang)
SIDAK : Anggota DPRD Demak saat melakukan sidak ke pasar Mranggen, kemarin. Mereka menyoroti pembongkaran Pasar Mranggen lama yang belum juga dilakukan. (Wahib pribadi/radar semarang)
SIDAK : Anggota DPRD Demak saat melakukan sidak ke pasar Mranggen, kemarin. Mereka menyoroti pembongkaran Pasar Mranggen lama yang belum juga dilakukan. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Pembongkaran Pasar Mranggen lama hingga kini masih belum dapat dilakukan. Sebab, masih menunggu proses lelang atau penghapusan aset yang sampai sekarang belum selesai. Sebelumnya, lelang tidak berjalan mulus karena terkendala mahalnya aset yang dijual.

Pemkab Demak mematok harga sebesar Rp 1,8 miliar. Akibatnya, penawar tidak berani. Karena gagal lelang, maka penghapusan aset pun sedianya akan dilakukan lagi dalam waktu dekat ini. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Demak, Eko Pringgolaksito mengungkapkan, soal penghapusan aset tersebut menjadi kewenangan DPKKD.

“Jadi, pembangunan pasar masih terkendala penghapusan aset,” ujar Eko, di sela mendampingi sidak DPRD Demak yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Fahrudin Bisri Slamet dan Masykuri serta Ketua Komisi B Muntohar, kemarin.

Sementara itu, soal kondisi pasar darurat kini sudah ditempati pedagang. Namun, banyak pedagang yang minta agar lorong dilebarkan supaya bisa menjadi akses masuk para pembeli. Mereka juga minta agar diperbanyak petugas keamanan. Untuk biaya keamanan ini diserahkan ke Paguyuban Pedagang Pasar Mranggen (P3M). Selain itu, pedagang di luar pagar juga minta diakomodasi. “Ibaratnya, seribu pedagang seribu pula keinginannya,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengungkapkan, sidak diperlukan untuk mengecek langsung sarana dan prasarana pasar darurat yang ditempati pedagang. Hasilnya, jalan akses masuk di beberapa blok belum dilakukan pengurukan. Meski demikian, air dan listrik sudah menyala. “Kekurangannya yang lain adalah lapak untuk pedagang di luar kios belum tersedia dan perlu diakomodir,” jelasnya. (hib/ric)