PECAH : DPRD menemukan pekerjaan yang belum beres di stadion Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PECAH : DPRD menemukan pekerjaan yang belum beres di stadion Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PECAH : DPRD menemukan pekerjaan yang belum beres di stadion Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID—Proyek pembangunan stadion Kabupaten Magelang di perbatasan Kecamatan Mertoyudan dan Mungkid, hingga kini belum kelar. PT Armada Hada Graha, selaku pelaksana proyek, masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan.

Fakta itu terungkap saat Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang, kemarin, melakukan inspeksi mendadak di stadion. Tim dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Muhammad Adib.

Akibat molornya pembangunan tersebut, rekanan terkena finalti hingga Rp 450 juta. “Sudah kita bayarkan semua dendanya,” kata penanggung jawab kegiatan, Tri Hatmanto, kemarin.

Nilai denda sebesar itu, dihitung dari jumlah item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan. Padahal, proyek seharusnya sudah selesai pada akhir 2014 silam

Tri mengklaim, pekerjaan yang harus diselesaikan saat ini hanya tahapan finishing. “Itemnya itu banyak. Jadi tidak hanya di satu titik saja. Jadi, itu yang membikin agak lama,” ungkap Tri.

Ia memprediksi, pertengahan bulan ini, seluruh pekerjaan bisa diselesaikan. “Kita juga masih memiliki waktu enam bulan untuk perawatan.”

Ketua Komisi IV, M. Adib mengatakan, molornya pekerjaan karena minimnya pengawasan. “Pembangunan yang diklaim selesai oleh DPU ESDM, ternyata sampai sekarang belum selesai. Banyak pekerjaan yang belum selesai,” kata Adib.

Sejumlah pekerjaan yang sedang diselesaikan adalah pemadatan dan pemerataan permukaan area parkir. Juga pemasangan paving block di halaman depan dan pintu gerbang keluar masuk stadion. “Pintu gerbang juga belum selesai.”

Tak hanya itu. Dia juga mendapati sejumlah pekerjaan di dalam bangunan gedung, belum selesai. Antara lain, pelapisan tembok bagian dalam dan pagar. “Dengan banyaknya pekerjaan, saya memprediksi tidak akan selesai dalam satu bulan.”

Haji Sahid, anggota komisi lainnya menilai, sejumlah pekerjaan dianggap memiliki kualitas kurang baik. Salah satunya, kata Sahid, ia menemukan fakta sejumlah plafon sudah jebol. “Bagian lintasan juga retaknya semakin parah. Tembok yang belum selesai juga sudah dicat,” ungkap Sahid.

Islahudin, anggota komisi IV lainnya mendesak rekanan untuk bekerja maksimal, segera menyelesaikan pekerjaan stadion. “Kualitas pembangunan harus diperhatikan.”

Terkait hal itu, ia berharap pemeriksa pekerjaan turut memantau secara berkala proyek yang menghabiskan anggaran hingga Rp 41 miliar. “Jika pengawas bekerja maksimal, kegiatan ini pasti memiliki kualitas baik,” cetus politisi PKB itu.

Untuk diketahui, pembangunan stadion tersebut menyerap dana sekitar Rp 41 miliar dari APBD 2012-2014. Untuk pengadaan tanah sekitar 4,6 hektare Rp 8 miliar dan pengerjaan fisik Rp 33 miliar. Tahap pertama, membangun tribun timur sepanjang 104 meter; lebar 16 meter; dan struktur bawah tribun barat (104 x 24 meter). Pekerjaan rampung pada akhir Desember 2012, menelan anggaran Rp 3,8 miliar.

Tahap kedua hingga 31 Desember 2013, membangun drainase, pagar keliling, lapangan sepakbola, dan lintasan lari. Juga menuntaskan sisa hasil pekerjaan tahap pertama, dialokasikan Rp 19,1 miliar. Tahap ketiga, Rp 9.086.229.000. (vie/isk)