PEDURUNGAN – Sebagai pemegang kekuasaan di Jateng, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membutuhkan sosok konsolidator dan motivator. Tokoh lokal Jateng lebih didorong untuk memimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jateng dibandingkan tokoh nasional.

Pengamat Politik Undip Teguh Yuwono mengatakan sebagai partai, PDIP memiliki budaya politik khusus. Yaitu hampir semua keputusan sentral berada di tangan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. ”Karenanya, figur yang akan memimpin DPD PDIP Jateng adalah figur yang direstui Bu Mega (Megawati),” katanya.

Meski begitu, pemenang pemilu di Jateng itu membutuhkan sosok yang tidak memicu konflik serta memiliki penerimaan di internal partai yang tinggi. Ketua DPD PDIP Jateng ke depan, lanjutnya, harus bisa diterima seluruh unsur partai. Dia juga tidak ambisius, mampu mempersatukan partai, dan menjadi motivator.

”PDIP ini kan sedang in power. Diharapkan punya relasi yang baik dengan partai lain. Kelemahan PDIP Jateng selama ini, cenderung keras dan tidak mau mendengarkan partai lain,” paparnya.

Meski begitu, dia tidak setuju jika tokoh nasional PDIP ditempatkan untuk memimpin partai di Jateng. Menurutnya banyak tokoh lokal yang berpotensi dan layak. Dengan menempatkan tokoh lokal, lanjutnya, PDIP juga punya keuntungan, yaitu semakin memperbanyak kader yang berkualitas.

”Tokoh seperti Bambang Pacul, Aria Bima, atau Nusyirwan, untuk apa turun ke Jateng. Sudahlah berkonsentrasi di pusat saja. Akan lebih baik menempatkan orang di tingkat provinsi atau kabupaten/kota menjadi pengurus,” paparnya.

Dia mencontohkan Ketua DPD PDIP Jateng saat ini Heru Sudjatmoko sudah cukup mumpuni dan dikenal low profile. Tokoh lokal lain seperti Alwin Basri, Rukma Setyabudi, dan Nuniek Sriyuningsih juga berpotensi. ”Kalau Pak Ganjar mungkin nanti overlapping dengan tugas sebagai gubernur. Pak Heru ini, emosinya lebih stabil, jadi lebih cocok,” ungkapnya.

Sekretaris DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan Ketua DPD PDIP Jateng ke depan akan menjabat tahun 2015-2020. Pengurusnya nanti punya tugas berat mempersiapkan 17 pilkada di Jateng pada 2015. Juga harus bertempur dalam hajatan Pilgub Jateng 2018. Karenanya dibutuhkan sosok yang mau bekerja. ”Kami tidak butuh diktator. Tapi butuh yang mau sama-sama bekerja,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI, Bambang Wuryanto menguat dalam bursa calon Ketua DPD PDIP Jateng. Pria yang akrab disapa Bambang Pacul tersebut diusulkan oleh banyak Pengurus Anak Cabang (PAC), maupun Dewan Perwakilan Cabang (DPC). Selain Bambang, DPD PDIP menginventarisasi ada sekitar 40 nama calon Ketua DPD PDIP Jateng yang diusulkan. Mereka berasal dari pengurus partai, anggota fraksi, bupati/wali kota, gubernur, wagub, hingga anggota DPR RI dari partai berlambang banteng moncong putih. (ric/ida/ce1)