OJK Awasi LKM

135

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan pengawasan terhadap Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Hal ini guna memenuhi kebutuhan layanan keuangan bagi masyarakat serta mengantisipasi penyalahgunaannya.

Kepala Kantor Perwakilan OJK Jateng-DIY, Santoso Wibowo mengatakan, LKM memiliki peranan yang cukup penting bagi masyarakat. Melalui lembaga ini, mereka yang jauh dari jangkauan bank, tetap dapat menikmati transaksi serupa dengan biaya yang lebih murah.

“Misalnya, TKI di Malaysia mengirim uang ke keluarga di desa. Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke kecamatan, untuk ambil uang, tapi bisa langsung di LKM yang berada di desanya,” ujar Santoso, kemarin .

Menurutnya, hal ini tak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat, pengelola LKM pun tetap diuntungkan. Keuntungan tersebut, tergantung dari perjanjian kerjasama LKM dengan bank bersangkutan. “Keuntungannya tergantung perjanjian. Misal, sekali pengiriman fee-nya Rp 5 ribu, nanti LKM bisa dapat Rp 3 ribu, bank Rp 2 ribu, atau tergantung kesepakatan,” tandasnya.

LKM tersebut, ucapnya, juga tidak sembarang. Sebelumnya juga telah dilakukan pengamatan maupun verifikasi. Apakah track record-nya bagus atau tidak, kemudian LKM tersebut juga harus memiliki deposit di bank. “Dengan demikian, bank yang bekerjasama aman dan nasabah yang terima kiriman juga aman,” katanya.

Melihat cukup penting serta banyaknya LKM yang tersebar di tiap kabupaten, maka OJK pun ikut melakukan pengawasan. Saat ini pihaknya mulai melakukan pendataan. Tiap LKM diharapakan segera melakukan pendaftaran. Mulai Januari tahun ini, LKM bisa melakukan pendaftaran. (dna/smu)