Kota Pekalongan Terapkan Persamaan Gender

180
Hj Balgis Diab. (Hanafi/radar semarang)
Hj Balgis Diab. (Hanafi/radar semarang)
Hj Balgis Diab. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Sejak dibuat Perda yang disahkan akhir tahun 2014 kemarin, Kota Pekalongan resmi menerapkan persamaan gender di semua bidang. Ditemui Radar Semarang, Ketua DPRD Kota Pekalongan Hj Balgis Diab mengatakan, produk Perda Kesetaraan atau persamaan gender dibuat pada masa sidang ke 3 tahun 2014.

“Perda ini disahkan dengan 5 perda lain yang sama-sama diajukan oleh Pemkot dan DPRD. Tiga dari kami (DPRD) dan Pemkot, persamaan gender kami yang mengajukan,” ucap dia.

Menurut Balgis, persamaan gender penting karena saat ini masyarakat belum mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Tentang persepsi gender saat ini masih salah. Karena gender masih disamakan bahwa gender itu perempuan, atau jenis kelamin. Padahal yang dimaksud bukan itu,” tegas Balgis. “Seharusnya gender adalah paham tidak ada diskriminasi, bagi siapapun. Jadi kalau mampu bisa dipilih jadi apapun,” lanjut dia.

Adanya Perda tersebut, nantinya diharapkan bisa meningkatkan indeks prestasi di Kota Pekalongan. Dengan adanya persamaan pandangan, siapapun bisa berperan. Ke depannya bisa membuat masyarakat lebih cerdas. “Dengan pemikiran lebih maju, banyak orang memiliki kemampuan. Mudah menerima perubahan. Jadi mudah membangun kota ini menjadi lebih baik,” terusnya.

Diterangkan lebih lanjut, pengaplikasiannya sederhana. Perda tersebut adalah menjadi bentuk kepercayaan masyarakat di jabatan lingkungannya. Dicontohkan kalau di masyarakat selama ini Ketua RT atau RW masih cenderung laki-laki. Padahal belum tentu mampu. “Bisa saja ada perempuan yang lebih mampu memimpin. Kalau memang bisa harus dipilih,” pungkas Balgis. (han/ric)