Jangan Takut Garap Proyek

216
Caption foto : Walikota Salatiga Yuliyanto. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).
Caption foto : Walikota Salatiga Yuliyanto. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).
Caption foto : Walikota Salatiga Yuliyanto. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

SALATIGA- Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga untuk bekerja keras dan sadar akan fungsi dan perannya sebagai abdi negara. Dia juga menekankan kepada para PNS untuk tidak takut dalam melaksanakan program pembangunan ( proyek) yang sudah direncanakan.

“Sekali lagi jangan ada lagi ketakutan-ketakutan atau paranoid, yang mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan program kegiatan yang telah direncanakan. Sehingga tidak menghambat program pembangunan,” ujar wali kota di halaman balaikota, Senin (5/1) kemarin.

Ditambahkan, Pemkot Salatiga telah berkomitmen dengan Polres Salatiga dan Pengadilan Negeri untuk bersama-sama mengawal proses pelaksanaan proyek. “Jangan jadikan ini sebagai alasan ketakutan, melainkan justru sebagai semangat dan benteng bagi kita, untuk dapat segera menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Dikatakan dia, di awal tahun 2015 ini, pihaknya ingin mengajak kepada para PNS berkaitan dengan tugas dan fungsi sebagai aparat dalam mengemban tugas pemerintahan dan pembangunan. “ Saya minta agar seluruh jajaran Pemkot Salatiga untuk bersiap-siap melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Mengingat RAPBD Tahun Anggaran 2015 telah ditandatangani pada tanggal 23 Desember 2014 dan telah disetujui Gubernur Jawa Tengah. Hal ini merupakan amanah dan juga tanggung jawab bagi segenap aparatur untuk mengoptimalkan anggaran sehingga dapat mencapai target dan tepat sasaran,” ujar.

Wali kota menambahkan, bila pembangunan tertunda atau gagal, maka yang dirugikan masyarakat. Maka dari itu, ia menekankan kepada para PNS di SKPD yang ada untuk dapat melaksanakan program pembangunan di satuan kerjanya masing-masing.

Sementara Wakil Wali Kota Muh. Haris menambahkan, perlu merubah pola pikir PNS adalah kaum priyayi, menjadi pola pikir PNS adalah abdi negara dan masyarakat. “Mari kita ubah pola pikir bahwa PNS adalah priayi. Kita harus menjadi birokrasi wira usaha, satu melayani, proaktif dan tidak pasif dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” tandas Muh Haris.

Diketahui, sisa anggaran pembangunan (Silpa) Kota Salatiga di tahun 2014 lalu kurang lebih Rp 200 miliar. Banyak program pembangunan yang sudah direncanakan namun tidak terserap atau dilaksanakan. Salah satu alasannya, para PNS, takut bila nantinya proyek pembangunan itu bersentuhan dengan hukum. (deb/jpnn/zal)