JUARA : Mahbub dari Kantor Kemenag Wonosobo menyerahkan piala kepada Wakhid Setiawan dari Wadaslintang, juara lomba penulisan kotbah. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
JUARA : Mahbub dari Kantor Kemenag Wonosobo menyerahkan piala kepada Wakhid Setiawan dari Wadaslintang, juara lomba penulisan kotbah. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
JUARA : Mahbub dari Kantor Kemenag Wonosobo menyerahkan piala kepada Wakhid Setiawan dari Wadaslintang, juara lomba penulisan kotbah. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo didorong untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya dengan mengedepankan lima budaya kerja dalam melayani masyarakat termasuk sebagai upaya meningkatkan kinerja mereka.

“Kelima budaya kerja tersebut adalah nilai-nilai integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan,”kata Bupati Wonosobo Kholiq Arif di sela upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-69 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Wonosobo Sabtu (3/1) di Alun-Alun Kota Wonosobo.

Menurut Kholiq, budaya kerja ini harus menjadi roh budaya kerja jajaran Kementerian Agama. Tidak hanya sekadar slogan, tapi harus benar-benar diimplementasikan, sehingga membawa dampak bagi perubahan mental birokrasi dan mewarnai wajah organisasi Kementerian Agama secara keseluruhan.

“Sebagai anggota keluarga besar Kementerian Agama yang memiliki motto ikhlas beramal, sudah seharusnya mereka memainkan peran terdepan sebagai pelopor tegaknya kejujuran, ketulusan niat dan keikhlasan bekerja dalam aktivitas keseharian,”katanya.

Kholiq menegaskan, birokrasi Kementerian Agama harus siap menjalankan revolusi mental yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, untuk itu perilaku dan budaya kerja yang tidak dikehendaki dan disukai masyarakat harus ditinggalkan.
“Dalam melayani masyarakat, jangan sekali-kali mempersulit hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana,” pintanya.

Kholiq menuturkan, birokrasi yang baik dan ideal di era reformasi dan revolusi mental harus meninggalkan kultur bapakisme, yaitu segala hal bergantung pada atasan tanpa memberi ruang bagi berkembangnya gagasan, inisiatif dan prakarsa inovatif dari bawahan.

Bersamaan dengan acara tersebut, juga diadakan Spiritual Building Training (SBT) bagi karyawan Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dan para pengajar yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama di Sasana Adipura Kencana oleh pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto, H.Khairin Sofa.

Kegiatan ini menurut ketua penyelenggara Mahbub dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, untuk lebih menegakkan nilai-nilai integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan sebagai roh budaya kerja jajaran Kementerian Agama.

“Sehingga mereka lebih peka terhadap berbagai hal yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan martabat Kementerian Agama,” harapnya.

Sebelum acara SBT, Mahbub menyerahkan piala kepada para pemenang, hasil berbagai kejuaraan yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-69. Yakni juara lomba bulu tangkis, tenis meja, bola voli, hafalan pembukaan UUD 1945, hafalan Panca Prasetya Korpri, azan tingkat anak-anak dan dewasa serta penulisan naskah kotbah. (ali/lis)