Program Raskin Diganti e-Money

202
SOSIALISASIKAN PROGRAM : Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa dalam acara Maulid Akbar Muslimat NU Kendal di Aula Ponpes Modern Selamat, Sabtu (3/1) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SOSIALISASIKAN PROGRAM : Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa dalam acara Maulid Akbar Muslimat NU Kendal di Aula Ponpes Modern Selamat, Sabtu (3/1) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
SOSIALISASIKAN PROGRAM : Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa dalam acara Maulid Akbar Muslimat NU Kendal di Aula Ponpes Modern Selamat, Sabtu (3/1) lalu. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Warga kurang mampu dipastikan tidak akan mendapat jatah beras mikin (raskin) lagi. Sebab pemerintah bakal menghapuskan program bantuan raskin dan menggantinya dengan electronic money (e-money).

“Tapi penggantian masih bertahap. Untuk Januari ini masih diberikan dalam bentuk beras,” ujar Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa di sela peringatan Maulid Akbar Muslimat NU Kendal di aula Yayasan Pondok Pesantren Selamat, Sabtu (3/12). Khofifah mengatakan, konservasi dari raskin ke e-money dinilai akan tepat guna. Sebab bantuan diberikan dalam uang serba guna yang dapat dibelanjakan dalam bentuk apapun oleh masyarakat. “Selain itu e-money lebih bisa menjamin ketepatan jumlah,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat yang hidup sebagai petani penghasil beras akan bisa menggunakan e-money untuk memenuhi kebutuhan lain. Seperti membeli minyak, gula dan kebutuhan lainnya. “Saat ini sedang proses assessment untuk pendataan ulang siapa yang berhak menerimanya,” katanya.

Menurutnya, program raskin yang sudah berjalan lebih dari lima tahun selama ini banyak ditemukan masalah. Seperti pembagian yang tidak tepat sasaran, pembagian oleh desa secara merata dan banyak yang ditemukan beras tidak layak. Sehingga ketika mendapatkan raskin, banyak masyarakat yang menjualnya kembali karena tidak layak dimakan.

Saat ini, e-money baru diterapkan di perkotaan dengan jumlah penerima sebanyak satu juta warga miskin. Sedangkan yang masih berproses beralih ada sebanyak dua juta jiwa warga miskin. Sementara jumlah KKS seluruhnya berjumlah 15,5 juta jiwa.

Di Jateng yang menjadi pilot project program e-money adalah Kota Semarang. Sebab memang menurutnya program e-money butuh infrastruktur khusus. “Jadi bertahap, karena kultur masyarakat dan daerah masyarakat juga mempengaruhi e-money,” tandasnya.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kendal, Hasyim Tri Joko mengatakan kendala yang dihadapi Pemkab Kendal dalam pembagian raskin adalah masih ditemukan bagi rata ke semua warga. “Sebagian besar raskin sudah dibagikan sesuai dengan data Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS PM). Tapi masih ada juga Desa karena takut diprotes sama warganya, raskin dibagi rata,” katanya.

Hasyim membeber, pagu raskin 2014 yang diterima Pemkab Kendal ada sebanyak 10.643.940 kilogram beras. Sesuai data Bagian Perekonomian Setda Kendal, jumlah RTS PM di Kendal mencapai 19.133 KK warga miskin yang tersebar di 20 kecamatan dan 286 desa dan kelurahan di Kendal.

“Dari laporan yang masuk pembagian raskin yang sudah sesuai dengan data RTS PM baru 268 desa atau 93,7 persen. Sedangkan 6,3 persen atau sebanyak 18 desa sisanya masih dibagikan dengan sistem bagi rata,” jelasnya.

Artinya dari total raskin 10.643.940 kilogram selama 2014 yang dibagikan tidak sesuai prosedur ada sebanyak 670.568 kilogram. Atau lebih kurang ada sebanyak 1.205 dari total 19.133 RTS PM, menerima jatah raskin kurang dari 15 kilogram. (bud/ric)