CUACA MENDUNG: Sejumlah wisatawan sedang berada di gardu pandang wisata alam Ketep pass Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
CUACA MENDUNG: Sejumlah wisatawan sedang berada di gardu pandang wisata alam Ketep pass Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
CUACA MENDUNG: Sejumlah wisatawan sedang berada di gardu pandang wisata alam Ketep pass Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Hari terakhir libur sekolah, banyak keluarga yang menghabiskan waktunya untuk mengunjungi tempat wisata. Salah satunya wisata alam Ketep Pass di Kabupaten Magelang yang cukup ramai dikunjungi wisatawan dari Magelang maupun luar daerah.

Kabag Operasional Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass Sudarmanto mengatakan, selama musim liburan Natal dan liburan sekolah, terhitung peningkatan wisatawan mencapai dua kali lipat dari hari biasanya.
“Sebelum liburan, setiap harinya rata-rata ada 1.000 sekian pengunjung. Tapi saat memasuki liburan ini, pengunjungnya bisa mencapai 3.000-5.000 pengunjung per hari. Termasuk saat Natal (25/12), pengunjung mencapai 4.788,” katanya, Minggu (4/1).

Puncaknya pada 1 Januari 2015, wisatawan bisa mencapai 8.092 pengujung. Tempat parkir menjadi sangat penuh karena banyak bus-bus yang datang membawa rombongan besar. “Memang target kami liburan kali ini 30.000 pengunjung. Kami optimistis tercapai, melihat animo pengunjung yang luar biasa,” ujarnya.

Tempat wisata yang menawarkan parnorama alam dari 5 gunung yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Slamet, Sindoro dan Sumbing ini tidak menaikkan harga tiket saat musim liburan. Tarif normal dipatok Rp 7.000/orang yang sudah merupakan tiket terusan ke Museum Vulkanologi. Selain itu, pengunjung juga ditarik Rp 500 untuk asuransi jiwa.
“Tiket masuk di Ketep Pass sudah diatur Perda Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2011. Sehingga kalaupun ada perubahan harga tiket masuk, pastilah dibahas dulu,” tandasnya.

Selain itu, pengunjung akan dipungut tarif lagi jika ingin melihat film di Vulcano Theater. Adapun tiga film yang diputar berjudul Nafas Gunung Merapi, Di Bawah Langit Merapi, dan yang terbaru adalah Merapi Tak Pernah Ingkar Janji. Semuanya menceritakan tentang letusan Gunung Merapi. “Kami tidak hanya sebagai tempat rekreasi saja, namun juga sebagai tempat wisata edukasi. Karena itulah, target kami juga pengunjung dari institusi pendidikan,” ungkapnya.

Kendati demikian, tempat wisata penelitian aktivitas Gunung Merapi yang diresmikan oleh Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada 17 Oktober 2002 silam itu mengalami penurunan pengunjung. Tahun ini tercatat dikunjungi 300.027.000 orang sementara pada 2013 mencapai 300.040.000. Dikatakan Manto, penurunan itu terjadi oleh beberapa faktor yakni cuaca, kenaikan BBM, dan aktivitas politik di Indonesia yang sedang ramai di tahun 2014.

“Penurunan terjadi pada wisatawan domestik saja. Untuk wistawan mancanegara (wisman) atau turis asing, masih stabil berkisar 5.000 pengunjung per tahun,” tegasnya.

Sementara itu, Tsana Nida Trisnawati, 22, pengunjung dari Purwokerto mengaku sedikit kecewa ketika berada di Ketep Pass kemarin. Ia dan keluarganya tak bisa menikmati keindahan alam lantaran kondisi cuaca mendung dan gerimis.
“Jadi langitnya nggak cerah, dan gunungnya banyak ketutup awan. Tapi suka sih karena di sini dinginnya nggak banget-banget, ya dinginnya masih,” jelasnya. (put/ton)