Jaringan Listrik Harus Diperbaiki

123
DIALOG : Gubernur Ganjar Pranowo berbincang dengan pedagang saat mengecek pasar sementara yang dibangun untuk penampungan pedagang Pasar Induk Wonosobo Sabtu (3/1) lalu. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
DIALOG : Gubernur Ganjar Pranowo berbincang dengan pedagang saat mengecek pasar sementara yang dibangun untuk penampungan pedagang Pasar Induk Wonosobo Sabtu (3/1) lalu. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
DIALOG : Gubernur Ganjar Pranowo berbincang dengan pedagang saat mengecek pasar sementara yang dibangun untuk penampungan pedagang Pasar Induk Wonosobo Sabtu (3/1) lalu. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya kepada Bupati Kholiq Arif dan asosiasi pedagang Pasar Induk Wonosobo atas respons cepat dalam mengatasi kebakaran Pasar Induk Wonosobo.

“Sehari setelah kebakaran bupati menelepon saya, menyampaikan kronologis kebakaran dan langkah penanganannya. Ketika saya tanyakan apa yang perlu dibantu Pemprov Jawa Tengah, bupati menyatakan sudah bisa menanganinya dibantu instansi terkait,” kata Ganjar Pranowo saat meninjau Pasar Induk Wonosobo dan pasar penampungan sementara pedagang, Sabtu (3/1) lalu.

Untuk itu, Ganjar berinisiatif melihat langsung kondisi pasar induk dan pedagang di pasar penampungan sementara, sembari mengecek kondisi infrastruktur jalan di Jawa Tengah sebelah selatan, khususnya di wilayah Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung.

“Kepada asosiasi pedagang Pasar Induk saya sangat apresiasi, karena tetap guyub, rukun dan cepat dalam mencari solusi. Tidak regejegan tetap menggunakan kepala dingin,” katanya.

Ganjar menyoroti usulan dari salah satu pedagang yang telanjur utang untuk stok barang dagangannya jelang Natal dan tahun baru, agar utang mereka bisa direstrukturisasi dan pembayarannya bisa dijadwal ulang. Namun menurut Ganjar, hal ini sudah diatasi Bupati Wonosobo.

“Tugas saya saat ini membantu Bupati Wonosobo, apa-apa yang perlu dibenahi termasuk penataan kios-kios sementara agar pedagang bisa berdagang dengan nyaman,” ujarnya.

Ganjar juga menyoroti, banyaknya kejadian kebakaran pasar padahal sedang masuk musim penghujan, seperti kejadian di Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Klewer Solo. Ia telah berbicara dengan orang-orang teknik, yang mana kemungkinan hal ini disebabkan oleh masalah kelistrikan.

“Saya meminta agar jaringan listrik di pasar diperbaiki dan dijaga bersama-sama. Kalau pedagang mau pasang stop kontak sendiri-sendiri harus hati-hati dan semua pedagang harus izin pada instansi berwenang,” pintanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen membantu pendanaan untuk renovasi pasar. “Saya ke sini untuk melihat secara langsung dampak dari kebakaran. Pada saat kebakaran, Pak Presiden sudah langsung telepon bupati (Wonosobo) saya bersama menteri koperasi akan melaporkan hasilnya kepada presiden,” kata Menteri Perdagangan Republik Indonesia Rahmat Gobel bersama Menteri Koperasi UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga saat mengunjungi Pasar Induk Wonosobo, Jumat (2/12) malam.

Rahmat menjelaskan, selepas kunjungan dari Pasar Induk Wonosobo, akan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian lain. “Pulang dari sini saya akan membahas dengan menteri keuangan dan Bappenas,” akunya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, atau lebih dikenal dengan AAGN Puspayoga, usai berdiskusi dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) berkomitmen bakal membantu permodalan melalui skema koperasi. Bantuan modal itu dilakukan secara bergulir sebagai pinjaman modal pedagang korban kebakaran. “Pedagang mengajukan Rp 1 miliar untuk modal koperasi, kami akan bantu dana itu untuk koperasi,” tuturnya.

Puspayoga menjelaskan, bantuan Rp 1 miliar tersebut diberikan untuk membantu agar para pedagang bisa segera berjualan kembali. Selain bantuan modal, pihaknya juga meminta kepada sejumlah bank yang mempunyai hubungan pinjaman kepada pedagang agar memberikan tenggang waktu pengembalian.

Bupati Wonosobo Kholiq Arif menjelaskan Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menganggarkan biaya renovasi pasar induk beserta pembangunan lapak darurat sementara. “Untuk lapak darurat Rp 3 miliar telah disediakan Pemkab. Sementara, untuk kebutuhan renovasi, dananya sekitar Rp 8 miliar dari total kebutuhan biaya yang mencapai Rp 82 miliar lebih,” jelasnya.

Sementara itu, ketua sementara PPIW, Alfikri Wijaya mengatakan, musibah kebakaran pada 22 Desember lalu benar-benar telah memukul telak para pedagang. Saat itu, pedagang tengah menyiapkan stok tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan menjelan libur Natal dan tahun baru. “Dana yang digunakan untuk menambah stok juga kebanyakan merupakan dana pinjaman dari bank,” paparnya.

Dengan adanya pinjaman Rp 1 miliar tersebut, Fikri menyebut tak kurang dari 1600 pedagang yang kini menjadi anggota koperasi PPIW tentu akan sangat terbantu. (ali/lis)