Dikunjungi 3,3 Juta Wisatawan, Borobudur Tak Penuhi Target

83
SESAK : Sejumlah wisatawan menikmati sunrise Candi Borobudur. Tahun ini kunjungan wisata mencapai 3,3 juta orang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
SESAK : Sejumlah wisatawan menikmati sunrise Candi Borobudur. Tahun ini kunjungan wisata mencapai 3,3 juta orang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
SESAK : Sejumlah wisatawan menikmati sunrise Candi Borobudur. Tahun ini kunjungan wisata mencapai 3,3 juta orang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur selama tahun 2014 lalu mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja, jumlah wisatawan yang mencapai 3,3 juta belum memenuhi target yang dicanangkan manajemen.

“Target kami adalah 3,5 juta wisatawan. Tapi sampai akhir bulan desember lalu hanya mencapai 3,3 juta,” kata kepala Divisi Administrasi dan Keuangan TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur) Aryono, kemarin.
Dari data yang dihimpunnya, jumlah wisatawan tahun ini masih didominasi wisatawan nusantara. Yakni mencapai 3,1 juta. “Wismannya hanya 214.733 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak terpenuhinya target tersebut dikarenakan berbagai faktor. “Dampak kenaikan harga BBM belum sempat diperhitungkan. Padahal dampaknya signifikan. Karena harga sewa bus menjadi naik, sehingga ada yang nego ulang,” kata Aryono.

Selain itu saat liburan akhir tahun lalu bersamaan dengan datangnya musim hujan. Hampir tiap hari Borobudur diguyur hujan. Langit mulai gelap setelah jam 12.00. Pengunjung sudah di kisaran angka 16.000 orang.

Selama liburan akhir tahun lalu, kunjungan berada di angka 25.000 sampai 30.000 orang. Didominasi dari berbagai provinsi di Pulau Jawa. Akibat membeludaknya kunjungan, parkir mobil dalam area TWCB penuh, meluber ke jalan-jalan sekitar TWCB. Sedangkan parkir sepeda motor di rumah-rumah penduduk sekitarnya.

Tahun depan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kunjungan ke Candi Borobudur. Salah satunya dengan sering menggelar pertunjukan kesenian tradisional. “Ini sudah berjalan di tahun ini. Misalnya kesenian tong tong lek, kuda lumping, prajuritan, ndayakan, jathilan, topeng ireng, kubrosiswo, warokan, obros petugan, wayang kulit serta pentas musik keroncong,” ungkap dia.

Koordinator Komunitas Warung Info Jagad Cleguk, Sucoro mengatakan tingginya kunjungan diharapkan mampu memberikan dampak langsung ke sekitar candi. Salah satunya terkait pembangunan.

Dia mengemukakan, sebagian Jalan Medang Kamolan, di sebelah utara candi banjir, setiap kali hujan turun cukup deras sekitar satu jam. “Hal ini terjadi sejak lima tahun lalu. Disebabkan area parkir yang semula berfungsi sebagai resapan jika terjadi limpasan air hujan, telah ditutup dengan aspal,” tuturnya.

Banjir di Jalan Medang Kamolan membahayakan pemakai jalan yang belum hafal medan. Karena terdapat selokan cukup dalam mepet pager TWCB. Sewaktu banjir kanstin kecil yang berfungsi pembatas antara jalan dan selokan, tertutup air, sehingga tidak kelihatan.

Dia mengharapkan pengelola taman wisata mengatasi persoalan ini, agar tidak makin panjang jumlah korban yang kejeblos selokan sewaktu banjir di Jalan Medang Kamolan Borobudur. (vie/lis)

Silakan beri komentar.