JAGA PERFORMA: Meni, salah satu binaragawan andalan Jawa Tengah untuk merebut medali di Pra PON maupun PON 2016 mendatang. Meni adalah peraih medali perak PON 2012 lalu di Riau. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
JAGA PERFORMA: Meni, salah satu binaragawan andalan Jawa Tengah untuk merebut medali di Pra PON maupun PON 2016 mendatang. Meni adalah peraih medali perak PON 2012 lalu di Riau. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
JAGA PERFORMA: Meni, salah satu binaragawan andalan Jawa Tengah untuk merebut medali di Pra PON maupun PON 2016 mendatang. Meni adalah peraih medali perak PON 2012 lalu di Riau. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jateng akan mengandalkan nomor binaraga di Pra PON yang akan digelar tahun 2015 ini maupun PON Jabar 2016 mendatang.

Di ajang Pra-PON maupun PON Jabar 2016 mendatang kata pelatih Jateng, Hadi, kans Jateng untuk meraih prestasi juga akan datang di nomor binaraga di mana persaingan pada nomor tersebut lebih merata.

Jateng sendiri di nomor binaraga masih akan mengandalkan muka-muka lama seperti Meni, Budiono, Mualibi, Sansan, Agus Widodo, Bambang dan juga Eko Santoso yang masih akan terus digodog pada sisa waktu sebelum Pra-PON saat ini. “Prinsipnya saat ini persiapan masih jalan terus, sambil nanti kami juga menunggu aturan resminya seperti apa soal kuota,” kata mantan atlet nasional itu.

Selain binaraga, Hadi mengatakan saat ini Jateng juga tengah memersiapkan atlet di dua nomor lainnya yaitu angkat besi dan angkat berat. Atlet-atlet tersebut kata Hadi didapatkan dari beberapa kejuaraan termasuk ajang Kejurda Yunior dan Senior Angkat Berat, Angkat Besi dan Binaraga yang baru saja kelar digelar beberapa waktu yang lalu.“Kejurda kemarin kami gunakan sebagai pantauan terakhir kekuatan Jateng yang kami proyeksikan untuk turun di Pra PON,” kata Hadi kemarin.

Di nomor angkat besi, kata Hadi, Jateng akan fokus menggenjot atlet-atlet putri mereka yang selama ini mampu bersaing di kancah Nasional seperti Siti Nafisa (53 kg), Tika Mulyaningrum (58 kg) dan Dyah Ayu Permatasari (69 kg). “Ketiganya saat ini memiliki kans paling besar di kancah Nasional. Terakhir Dyah Ayu dipanggil untuk Pelatnas SEA Games namun yang bersangkutan tidak kami kirim karena lebih baik dia kami fokuskan ke PON dulu,” lanjut Hadi.

Namun di nomor angkat berat, Hadi yang juga menjabat sebagai Binpres Pengprov PABBSI Jateng tersebut mengakui prestasi Jateng masih cukup berat di kancah Nasional terutama di ajang seperti PON Jabar 2016 mendatang. “Angkat berat kami akui prestasi Jateng masih cukup jauh dari harapan namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Untuk angkat berat putra kami ada beberapa nama seperti Sucipto, Budi Laksono dan Tri Wibowo,” pungkasnya. (bas/smu)