PAMULARSIH – Aksi perampokan kembali mengusik masyarakat Kota Semarang. Bahkan pelaku beraksi siang bolong dengan menggunakan senjata tajam celurit.

Pelakunya dua pria tak dikenal tiba-tiba merangsek masuk rumah kontrakan di Jalan Kumudasmoro, Pamularsih, Semarang Barat, Jumat (2/1) sore, sekitar pukul 16.00.

Korban Freddy Dwi Saputro, 24, warga Wonogiri yang mengontrak di lokasi kejadian, dikalungi celurit. Sejumlah barang berharga, diantaranya sepeda motor, laptop, dompet berisi uang, handphone Blackberry dan sebuah speaker aktif, dirampas dua pelaku. “Saya dikalungi celurit oleh dua pria tak dikenal. Mereka kemudian meminta sejumlah barang berharga,” kata Freddy saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Korban mengaku tak menyangka di siang bolong menjadi korban perampokan di dalam rumah. Sekitar pukul 16.00, dia sedang menonton TV di ruang tengah rumah kontrakan tersebut.”Saya memang sempat mendengar bunyi sepeda motor jenis matik, berhenti di belakang rumahnya,” katanya.

Namun saat itu ia tidak curiga dan meneruskan menonton TV. Tak lama kemudian, Freddy mendengar suara gaduh di belakang rumah. Freddy yang penasaran, kemudian berusaha mengecek suara gaduh tersebut. Namun tiba-tiba dua pria merangsek masuk ke dalam rumah sembari menenteng senjata tajam parang dan celurit.

Belum sempat berbuat apa-apa, Freddy langsung disergap oleh dua pelaku. Ia hanya bisa pasrah, saat sebilah celurit mengancam di dekat lehernya. Seketika, nyawa Freddy seperti berada di ujung tanduk. “Mereka mengancam, dan meminta barang barang berharga,” katanya.

Dua pelaku beraksi cepat. Berhasil mendapatkan sejumlah barang berharga tersebut, keduanya langsung kabur.Freddy yang masih bergetar tak mampu melakukan pengejaran.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan perampokan tersebut. Hingga petang kemarin masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi untuk mengejar pelaku. “Masih kami selilidiki dengan memintai keterangan saksi,” katanya.

Diduga kuat, pelaku telah melakukan pengintaian terhadap lokasi kejadian sebelumnya. Termasuk mengetahui pintu belakang dan paham kalau korban tinggal di rumah tersebut sendirian. “Sudah ditangani tim Resmob, kami masih mengejar pelaku,” pungkasnya. (amu/zal)